Detail Berita


AS-China Rujuk, Batubara Ikut Tedongkrak


"Aktivitas Tambang Batubara"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 14-01-2020

dunitambang.co.id - Batubara memang sedang menunggu katalis positif agar bisa rebound. Batubara menguat dalam empat hari berturut-turut. Harga batubara juga mencapai level tertinggi sejak Agustus 2019 pada perdagangan Senin (13/1) pukul 17.35 WIB kemarin, harga batubara kontrak pengiriman Februari 2020 di ICE Futures menguat 1,52% menjadi US$ 77 per metrik ton.

Bahkan batubara tercatat sudah menguat sejak Jumat (10/1) dan mencapai level tertinggi sejak Juli 2019 lalu, dimana harga batubara kontrak berjangka ICE Newcastle tercatat melesat 5,64% pada level US$ 75,85/ton.

Selain harga batubara yang terkerek naik, sejumlah saham emiten batubara dalam negeri pun ikut melesat naik seperti PT Adaro Energy Tbk tercatat naik +1,29%, PT Indo Tambangraya Megah Tbk tercatat naik +3,94%, PT Bukit Asam Tbk tercatat naik +1,44%, PT Indika Energy Tbk tercatat naik +1,98%, dan PT Bumi Resoures Tbk juga ikut mencatatkan kenaikan sebesar +2,82%%.

Stimulus positif bagi batubara ini hadir seiiring dengan akan diadakannya kesepakatan dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan China yang disinyalir akan terjadi pada pekan ini tepatnya 15 Januari 2020 mendatang. Jika kesepakatan sudah ditandatangani oleh kedua belah pihak, AS berjanji akan memangkas bea impor barang China.  Sentimen positif ini mampu membuat batubara kembali menguat.

Namun, si emas hitam ini masih rentan untuk kembali terkoreksi mengingat sentimen negatif terhadap komoditas batubara ini masih membayangi seperti penggalakkan kampanye ramah lingkungan di Eropa dan kebijakan pembatasan impor batubara dari Negara tirai bambu. Lantas sejauh mana batubara akan terkerek naik?

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Ocky PR.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !