Detail Berita


Setelah Puasa 7 Tahun, Adaro Kembali Raih PROPER Emas


"Aktivitas di Mulut Tambang PT. Adaro Indonesia"
Sumber gambar: ANTARA/adaro.com


Tanggal terbit: 11-01-2020

duniatambang.co.id, Jakarta - Selain PT. Kideco Jaya Agung dan PT. Bukit Asam, PT. Adaro Indonesia adalah perusahaan tambang batubara yang juga berhasil meraih Peringkat PROPER Emas dari KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan). Pemberian penghargaan PROPER Emas dilaksanakan di Istana Wakil Presiden, diberikan oleh Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya.

PT. Adaro Indonesia (ADRO) merupakan perusahaan tambang pertama yang berhasil meraih penghargaan PROPER Emas dari KLHK di tahun 2012. Keberhasilan Adaro dalam meraih peringkat PROPER Emas menjadi catatan positif di industri pertambangan.

Jika dibandingkan dengan sektor usaha lain, perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan memang lebih sulit untuk meraih peringkat PROPER emas. Hal ini mengingat dari sisi operasional, perusahaan pertambangan memang berpotensi untuk melakukan dampak yang kurang baik terhadap lingkungan.

Sebagai catatan, kriteria peringkat PROPER dibagi menjadi lima, yaitu Hitam, Merah, Biru, Hijau dan Emas. Kriteria ketaatan digunakan untuk pemeringkatan Hitam, Merah dan Biru. Sedangkan kriteria Hijau dan Emas, adalah pemberian kriteria untuk perusahaan yang telah melakukan manajemen atau pengelolaan lingkungan lebih dari yang sudah dipersyaratkan (beyond compliance). Adapun aspek ketaatan yang dinilai, seperti pelaksanaan dokumen lingkungan (AMDAL, UKL/UPL), upaya pengendalian pencemaran air dan udara, pengelolaan Limbah Berbahaya dan Beracun (B3), dan untuk perusahaan pertambangan harus melakukan upaya melakukan penanggulangan lingkungan. Kriteria penilaian PROPER sendiri tercantum dalam Peraturan Menteri LH No. 5 tahun 2011 tentang PROPER.

“Penghargaan ini  melalui proses evaluasi ketaatan peraturan LH (lingkungan hidup), penerapan sistem manajemen lingkungan, efisiensi energi, konservasi air, pengurangan emisi, perlindungan keanekaragaman Hayati, serta pemberdayaan masyarakat,” demikian jelas Menteri LHK RI, Siti Nurbaya.

Untuk sektor pemberdayaan masyarakat dan program CSR (Corporate Social Responsibility), Adaro sudah melakukan berbagai macam program sejak beberapa tahun belakangan. Sejak tahun 2012 Adaro melakukan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Tujuan dari program STBM ini adalah untuk menciptakan desa bebas dari Buang Air Besar Sembarangan (BABS).

Di bidang ekonomi, Adaro mendorong pertumbuhan jiwa kewirausahaan dengan mengembangkan perekonomian masyarakat melalui pembinaan UKM, membangun pusat oleh-oleh di area operasi Adaro, membangun bisnis inkubator, mengembangkan agribisnis, dan menjalankan Program Adaro Santri Sejahtera (PASS).

Keberhasilan PT. Adaro Indonesia meraih Penghargaan PROPER Emas, melengkapi dua perusahaan tambang batubara lain (PT. Bukit Asam dan PT. Kideco Jaya Agung), membuktikan perusahaan yang bergerak di sektor Pertambangan juga dapat melakukan pengelolaan lingkungan dengan baik. Selain itu, perusahaan juga senantiasa berkontribusi positif terhadap masyarakat sekitar melalui program pemberdayaan masyarakat dan CSR (Corporate Social Responsibility).

Penulis : Suwanjaya
Editor : Hazred Umar Fathan
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !