Detail Berita


Emas Kembali Merosot, AS-Iran Damai?


"Coal Production"
Sumber gambar: gettyimages.com


Tanggal terbit: 10-01-2020

duniatambang.co.id - Emas sebagai asset safe havens selama beberapa hari ini terus meroket. Bahkan emas mampu mencapai level tertinggi sejak Maret 2013. Di dalam negeri sendiri, seperti yang diberitakan sebelumnya harga emas milik PT Aneka Tambang Tbk juga mencapai level tertinggi bahkan harga emas tersebut tercatat merupakan harga tertinggi sepanjang masa. Hal tersebut dapat terjadi karena mencuatnya potensi terjadi perang dunia III sebagai dampak dari meningginya tensi AS dan Iran.

Namun nampaknya emas harus kembali terkoreksi pada perdagangan Rabu (8/1) melansir dari data Refinitiv, emas harus merosot sebesar 1,15% ke level US$ 1.555,71/troy ons. Pada hari Kamis (9/1), emas juga tercatat kembali terkoreksi sebesar 0,64% ke level US$ 1.545.77/troy ons. Hal ini terjadi lantaran sikap Amerika Serikat yang di indikasi mulai melunak.

Sikap AS yang dinilai menulak tercermin dari pidato presiden Trump yang mengatakan bahwa AS membuka peluang untuk adanya negosiasi. Selain itu, Trump juga mengisyaratkan bahwa tidak lagi akan menggunakan kekuatan militer terhadap Iran. AS nampaknya akan menggunakan sanksi ekonomi terhadap Iran.

Melihat tensi AS-Iran yang diprediksi menurun, nampaknya membuat potensi pelaku pasar berpaling dari emas kembali mencuat. Hal ini membuat emas cukup terpukul sehingga harus kembali terkoreksi. Akankah emas kembali ditinggalkan?

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Ocky PR.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !