Detail Berita


Banjir Bandang di Lebak Banten, KLHK akan Tinjau Ulang Beberapa Perusahaan Tambang


"Banjir Bandang yang menerjakan belasa desa di Kabupaten Lebak, Banten"
Sumber gambar: ANTARA/pikiran-rakyat.com


Tanggal terbit: 10-01-2020

Duniatambang.co.id, Jakarta – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya dalam acara rapat Pencegahan dan Penanganan Dampak Banjir di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (8/1) sempat mengatakan akan menertibkan tambang yang beroperasi di sekitar wilayah Kawasan Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).

Hal tersebut disampaikan, karena dalam beberapa waktu terakhir terdapat kejadian banjir bandang dan longsor yang berada di beberapa wilayah seperti Kabupaten Bogor, Jawa Barat dan Kabupaten Lebak, Banten

Selain itu, Siti menambahkan ada 3 (tiga) perusahaan yang berada di sekitar tambang TNGHS, diantaranya PT Aneka Tambang (Antam) Tbk, di Kecamatan Naggung, Kabupaten Bogor dengan luas 6.047 ha, serta PT Putra Samudra dengan luas 1.500 ha dan PT Bara Alam Rekhannusa dengan luas 130 ha, di Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor

“Rencananya, nanti akan kami panggil dan kami cek semuanya” Ujar Siti usai menghadiri rapat di Istana Kepresidenan

Tetapi informasi yang diperoleh dari Wahidin Halim yang merupakan Gubernur Banten mengatakan, sebenarnya perusahaan Antam sudah tidak beroperasi dan telah menutup tambangnya. Wahidin menambahkan yang muncul adalah penambang emas liar sehingga berpotensi menjadi salah satu dampak terjadinya banjir bandang, dan ia akan menindak tegas.

“Risiko yang timbul akibat penambangan liar dapat membahayakan banyak orang” Ujar Wahidin secara lugas

Selain itu, Wahidin menambahkan sebenarnya penindakan penambang liar itu merupakan ranah dari KLHK, tetapi ia akan tetap berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk menindak tegas para penambang emas liar di wilayah Lebak.

Presiden Jokowi juga menginstruksikan Gubernur Banten dan Bupati Lebak untuk memastikan masalah banjir dan isu-isu pertambangan dapat teratasi. Jokowi menyampaikan, aktivitas pertambangan ilegal yang terjadi harus bisa ditertibkan, dan tak ingin hanya menguntungkan segelintir orang tetapi malah membuat masyarakat luas dirugikan seperti yang terjadi saat ini, yaitu banjir bandang.

Penulis : Hazred Umar Fathan
Editor : Wasis
Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !