Detail Berita


Produksi Batubara TOBA Masih di Angka 5 Juta Ton


"Aktivitas Tambang Batubara"
Sumber gambar: shutterstock.com


Tanggal terbit: 08-01-2020

duniatambang.co.id - Tren masih melemahnya harga komoditas batubara di tahun 2020, memaksa emiten yang berkecimpung di industri komoditas ini menerapkan strategi ekstra untuk tahun 2020. PT Toba Bara Sejahtera (TOBA), menargetkan batubara yang bisa diproduksi tahun ini masih sama dengan tahun lalu, yaitu 5 juta ton. TOBA juga menganggarkan anggaran sebesar US$ 160 juta untuk mempercepat proses pembangunan PLTU miliknya.

Strategi penerapan kuota produksi yang sama dengan tahun lalu sebagai langkah dari emiten ini untuk menjaga cadangan jangka panjang. Melihat harga komoditas yang masih rendah, emiten tidak mengejar produksi secara besar-besaran.

Seperti diketahui, TOBA memiliki dua proyek PLTU yang saat ini sedang dikerjakan PLTU Sulbagut-1 di Gorontalo dan PLTU Sulut-3 di Minahasa Sulawesi Utara. Kapasitas kedua PLTU tersebut masing-masing adalah 120 Megawatt (MW). Untuk mengejar percepatan proyek kedua proyek PLTU tersebut, TOBA meningkatkan Capital expendeture (Capex) lebih tinggi dibanding tahun lalu. Jika tahun lalu menganggarkan capex sebesar US$ 120 juta, di tahun 2020 capex ditingkatkan menjadi US$ 160 juta.

Dengan pembangunan proyek PLTU tersebut, TOBA berusaha mengincar posisi perusahaan energi yang terintegrasi. Mulai dari tambang hingga penyedia listrik. Sebelumnya TOBA juga memiliki saham sebesar 5% di PT Paiton Energi, PLTU di Probolinggo Jawa Timur. Sebagai informasi, PT. Paiton Energi memiliki kapasitas produksi 2.045 MW.

Strategi emiten yang menggarap proyek PLTU diharapkan dapat meningkatkan pendapatan perusahaan secara keseluruhan. Emiten berharap pendapatan dari sektor PLTU dapat naik porsinya mencapai 50% dari total pendapatan. Kuartal ketiga 2019, pendapatan dari sektor PLTU berada di angka US$ 61,57 juta dari total pendapatan US$ 230,70 juta. Sedangkan Porsi pendapatan TOBA masih dari tambang batubaranya, yaitu sebesar US$ 166,51 juta.

Tren diversifikasi ke sektor energi menjadi pilihan tepat bagi emiten pemilik tambang batubara, mengingat prediksi harga batubara kedepan masih belum meningkat tajam. Sebelumnya Adaro Energi sudah melakukan diversifikasi dengan mendirikan PLTU di Batang, Jawa Tengah (PT. Bhimasena Power) dan PLTU Tanjung di Kalimantan Selatan.

 

Penulis : Suwanjaya

Editor   : Umar RP.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !