Detail Berita


Awal Tahun HBA Merosot, Batubara Sulit Bangkit?


"Aktivitas Tambang Batubara Site PT Adaro Energy Tbk"
Sumber gambar: adaro.com


Tanggal terbit: 08-01-2020

duniatambang.co.id - Sepanjang tahun 2019 lalu, Batubara memang tertekan. Alih-alih katalis positif datang, batubara justru masih dihinggapi sentimen negatif. Di awal 2020 ini, Harga Batubara Acuan (HBA) dibuka dengan melemah sebesar 0,55% dibandingkan HBA Desember 2019.

HBA pada awal tahun ini berada di level US$ 65,93 per ton. Sebagai tambahan informasi, nilai dari HBA sendiri terbentuk dari rerata empat indeks harga batubara, yakni Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX), Global Coal Newcastle Index (GCNC), dan Platss 5900 GAR.

Pergerakan HBA dipengaruhi oleh berbagai faktor global. Berkaca dari HBA yang dibuka melemah diawal tahun ini, Sejumlah analis cenderung melihat batubara masih sulit bangkit diawal tahun. Sejauh ini masih belum ada katalis positif yang mampu mendasari permintaan dan harga batubara untuk kembali meroket dan stabil.

Baca juga: Awal Tahun Harga Batubara Global Naik 1%, Masih Ada Harapan?

Pertumbuhan permintaan batubara juga diprediksi belum bisa mengalami kenaikan yang signifikan. Batubara sendiri masih dibayangi dengan pasar yang belum kondusif. Permintaan batubara dari Negara-negara yang sejatinya berperan besar sebagai importir juga memiliki pengaruh bagi batubara seperti turunnya permintaan batubara dari China, India, Jepang dan Korea Selatan.

Selain permintaan impor batubara, subtitusi energi dari batubara ke energi alternatif yang kian marak digalakkan juga memiliki pengaruh seperti penggunaan pembangkit energi baru terbarukan ataupun penggunaan gas.  

Beberapa hari terakhir ketika ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran mencuat, membuat harga minyak bumi meningkat dan sejumlah saham emiten batubara juga ikut terkerek naik. Namun, hal ini juga dikhawatirkan dapat membuat permintaan batubara merosot.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Direktur Eksekutif Asosiasi Penambangan Batubara Indonesia (APBI) mengatakan bahwa pelemahan ekonomi global dapat berpengaruh terhadap turunnya permintaan batubara. Sejumlah sentimen negatif ini membuat komoditas batubara dibayangi kondisi oversupply. Komoditas batubara sendiri hingga kini masih harus menunggu katalis untuk dapat kembali merangkak naik.

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Faris Primayudha

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !