Detail Berita


Iran Tidak Lagi Mematuhi Perjanjian Nuklir 2015


"Iran tidak lagi mematuhi Perjanjian Nuklir 2015"
Sumber gambar: Sumber Gambar : bbc.com


Tanggal terbit: 06-01-2020

duniatambang.co.id - Kurang dari satu minggu setelah kematian salah satu komandan perang Iran, Mayor Jendral Qasem Soleimani, oleh serangan drone Amerika, Iran mengumumkan tidak akan mengikuti kembali perjanjian internasional nuklir tahun 2015. Iran menegaskan tidak akan mengikuti kembali perjanjian dalam pembatasan kuota uranium.

JCPOA atau Joint Comprehensive Plan of Action 2015 merupakan perjanjian yang digagas pada masa jabatan Presiden AS Barrack Obama menetapkan bahwa pengayaan uranium Iran hanya dibatasi hingga 3,67 persen dengan imbalan negara Barat akan mencabut sanksi-sanksi terhadap Teheran.

Walaupun Iran memilih untuk tidak mematuhi perjanjian tersebut, negara-negara lain seperti Inggris, Perancis, Jerman, China, Rusia, dan Uni Eropa tetap akan mematuhi hasil dari perjanjian tersebut.

Dengan pengabaian perjanjian tersebut, program nuklir Iran dilanjutkan kembali. Pengembangan senjata nuklir di Iran membutuhkan sekitar pengayaan uranium sebesar 90 persen.

Keputusan dari Iran, menuai banyak respon dari negara – negar lain. Negara seperti Jerman, Perancis, dan Inggris mendesak Iran untuk menganyulir keputusan mereka yang bertentangan dengan perjanjian nuklir tahun 2015.

Tewasnya Mayor Jendral Qasem Soleimani menyebabkan hubungan antara AS – Iran tegang. Genderang perang antar kedua negara telah dielu-elukan di media sosial. Ancaman perang ini dapat mempengaruhi neraca harga komoditas khususnya minyak bumi yang dapat meningkat berkali-kali lipat.

 

Editor   : Hazred Umar Fathan
Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !