Detail Berita


Dibacok Usai Demo Tambang Nikel, Mahasiswa Universitas Halu Oleo Menerima 15 Jahitan di Kepala


"Ilustrasi Pendemo Mahasiswa di Depan Gedung DPRD Kendari"
Sumber gambar: ANTARA/kompas.com/ Kiki Andi Pati


Tanggal terbit: 03-01-2020

Duniatambang.co.id, Kendari – Kasus pembacokan yang terjadi dari kegiatan pedemo menimpa mahasiswa yang berasal dari Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Muhammad Iksan. Kejadian tersebut terjadi akibat unjuk rasa dari tambang nikel yang berlokasi di Morombo, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara (2/1/2019)

Muhammad Iksan merupakan mahasiswa Semester 7 yang berasal dari Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan, merupakan partisan yang ikut dalam aksi unjuk rasa di depan kantor DPRP Provinsi Sulawesi Tenggara Bersama dengan Ikatan Mahasiswa Kehutanan Se-Indonesia (Sylva).

Informasi yang diperoleh di lapangan dari Muhammad Adriansyah yang merupakan Koordinator Lapangan, mengatakan aksi pembacokan kepada rekannya terjadi pada 12.30 WITA di depan halaman Gedung Fakultas Kehutanan setelah aksi demo usai.

“Saat sedang duduk di halaman gedung bersama tiga temannya, tiba-tiba ada orang yang tidak dikenal mengendarai motor turun dan langsung menebas kepala Iksan menggunakan Parang” tutur Adriansyah saat menjelaskan kerekan media

Setelah kejadian, Iksan langsung dilarikan ke puskesmas terdekat dan harus menerima 15 jahitan pada kepala bagian kanan. Setelah dilakukan perawatan secara intensif, pada pukul 18.00 WITA Iksan melaporkan kejadian tersebut ke Polres Kendari dan langsung melakukan gelar perkara.

Adrian mengatakan, hal yang menimpa pada Iksan dapat terjadi karena selama unjuk rasa yang berlangsung di DPRD, terdapat beberapa orang yang tidak dikenal terus mengambil foto dan video para mahasiswa/i dan dirinya selama melakukan orasi. Bahkan beberapa perwakilan tambang sempat mendatangi Adrian untuk menghentikan aksi demonstrasi yang akan digelar dan melakukan ancaman kepadanya.  

Sebenarnya, unjuk rasa yang digelar merupakan bentuk protes akibat adanya indikasi pelanggaran yang dilakukan oleh perusahaan tambang dengan menerobos Kawasan Hutan yang tidak diperuntukkan untuk operasi tambang, dimana perusahaan tersebut juga diketahui tidak memiliki Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH), tetapi kenyataannya perusahaan telah melakukan proses ore getting dengan pola Join Operation.

 

Penulis : Hazred Umar Fathan
Editor : Ocky Pradhika Ryadi
Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !