Detail Berita


Era Mata Uang Emas Kembali Bersinar Lagi Gantikan Dollar AS?


"gold bars"
Sumber gambar: shutterstock.com


Tanggal terbit: 02-01-2020

duniatambang.co.id – Perang dagang AS-China yang berkepanjangan menimbulkan gejolak ekonomi global. Sejumlah Negara Islam mempertimbangkan bertransaksi menggunakan emas untuk bertahan dari embargo ekonomi.

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengusulkan mata uang regional baru berpatokan pada emas yang disampaikan saat konferensi negara muslim pada Sabtu (21/12). Malaysia tidak sendiri, ada Iran, Turki, Qatar ingin memakai sistem itu demi menangkal sanksi ekonomi.

Upaya sejumlah negara muslim yang melakukan dedolarisasi ini dijelaskan oleh Pemrakarsa Modern Monetary (MMT), Mardigu Wowiek, penggunaan dinar yang berpatokan pada emas sebagai mata uang akan menghilangkan inflasi menjadi zero.

Baca juga: Mau Kaya? Investasi Emas Aja Yuk!

Pemakaian dinar menggantikan Dollar AS memiliki keuntungan dalam meredam inflasi dan menciptakan efek stabil pada perekomian. Namun, sistem ini juga memiliki keterbatasan dari sisi fleksibelitas dan penyediaan uang.

Sebelum rencana dedolarasi ini menggaung, China telah terlabih dahulu mengurangi ketergantungan pada Dollar AS, secara diam-diam mendiversifikasi cadangannya ke dalam mata uang lain. Bukan hanya China, Rusia dan Uni Eropa mulai menghindari menggunakan mata uang mereka sendiri.

Berawal dari 18 agustus 1971, Amerika mulai mencetak Dollar tanpa jaminan emas. Saat itu, dunia menantang Amerika, tapi tidak bisa berbuat banyak lantara AS lagi kuat-kuatnya.

Mahathir Mohamad menambahkan bahwa perdagangan mata uang bukanlah sesuatu yang sehat karena ini bukan tentang negara tetapi tentang manipulasi.

Sebagai informasi, sebenarnya dinar dan dirham merupakan alat pembayaran yang digunakan umat Islam pada masa lalu, dinar memiliki nilai intrinsik berupa emas sementara dirham berupa perak.

Penulis : Mayang Sari

Editor    : Wasis

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !