Detail Berita


Desas-Desus Penentuan Sanksi Kewajiban Pemenuhan DMO


"Coal"
Sumber gambar: shutterstock.com


Tanggal terbit: 30-12-2019

duniatambang.co.id - Pengusaha batubara memang memiliki kewajiban terkait kewajiban pasok batubara dalam negeri atau Domestik Market Obligation (DMO). Pada 2020 mendatang kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan bahwa kewajiban pasok atau kuota DMO sebesar 25% dari produksi sedangkan harga batubara untuk kelistrikan masih akan dipatok sebesar US$ 70 per ton.

DMO memang menjadi suatu kewajiban bagi produsen batubara, ketika kewajiban tersebut tidak terpenuhi maka produsen tersebut akan dikenakan sanksi. Pemerintah sebelumnya menerapkan sanksi bagi emiten yang tidak memenuhi kewajiban DMO yaitu berupa pemotongan kuota produksi dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) di tahun berikutnya. Namun, pada 2020 mendatang pemerintah direncanakan akan merevisi sanksi tersebut menjadi pengenaan denda bagi produsen batubara yang tidak memenuhi kewajiba DMO.

Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Batubara Kementerian ESDM Sujatmiko mengatakan bahwa pihaknya saat ini sedang dalam proses memfinalisasi skema sanksi tersebut. Mekanisme denda tersebut nantinya akan disesuaikan dengan tingkat kalori batubara yang dimiliki perusahaan.

Untuk mekanisme teknis penerapan sanksi ini akan diinformasikan lebih lanjut dan dibuat lebih detail yang akan dituangkan dalam Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM. Sudah siapkah produsen batubara hadapi ketentuan DMO terkait porsi, harga dan sanksi pada 2020 mendatang?

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Ocky PR.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !