Detail Berita


Wah Ada Angin Segar Untuk EBT


"Energi Baru Terbarukan"
Sumber gambar: shutterstock.com


Tanggal terbit: 30-12-2019

duniatambang.co.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dibawah kepemimpinan Arifin Tasrif memang sempat mengatakan bahwa kedepannya pemerintah akan fokus membantu pengembangan EBT sebagai bentuk usaha untuk mencapai target 23% bauran energi pada 2025 mendatang.

Baru-baru ini pemerintah tengah mempersiapkan tarif menarik untuk EBT. Dimana nantinya pemerintah akan mengeluarkan skema feed-in-tarif, nantinya tarif harga beli listrik EBT akan disesuaikan dengan biaya produksi masing-masing jenis EBT.

Sebelumnya, harga listrik yang diproduksi dari energi bersih mengacu pada biaya pokok penyediaan (BPP). Pada Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM Nomor 1772/2018 mengatur tentang BPP Pembangkitan per wilayah/distribusi/sistem/sub-sistem sebagai acuan pembelian tenaga listrik oleh PLN. Dimana dalam beleid tersebut secara nasional, BPP pembangkitan berada di level US$7,66 sen/kWh atau Rp1.025/kWh.

Skema penyesuaian tarif baru merupakan angin segar bagi EBT, berbagai pembangkit listrik memiliki biaya produksi atau cost yang berbeda hal itu juga selaras dengan penggunaan teknologi yang juga berbeda sehingga penyesuaian tarif berdasarkan cost produksinya dinilai memiliki nilai keekonomian yang lebih baik.

Pemerintah nantinya akan menuangkan aturan terkait penyesuaian tarif listrik EBT ini melalui Peraturan Presiden (Perpres). Dalam aturan tersebut nantinya akan dijelaskan secara detail skema tarif yang terkait dengan cost produksi dan teknologi. Pemerintah berharap kedepannya mengembangan EBT dapat menjamur dan iklim investasi dapat tumbuh.

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Ocky PR.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !