Detail Berita


Tantangan Besar Industri Alat Berat


"A stopping yellow excavator at an incredibly beautiful sunset"
Sumber gambar: shutterstock.com


Tanggal terbit: 30-12-2019

duniatambang.co.id - Tahun 2019 merupakan tahun penuh tantangan bagi industri alat berat. Hal ini berkaitan dengan lesunya industri komoditas tambang terutama batubara. Penjualan dari sektor batubara mengalami penurunan untuk tahun 2019 ini.

Hexindo Adiperkasa (HEXA), produsen alat berat merek Hitachi melaporkan adanya penurunan volume permintaan secara nasional sebesar 22% secara year on year. Sementara Intraco Penta (INTA) juga melaporkan penurunan penjualan sebesar 31,44%. Hal senada juga dialami oleh PT. United Tractors Tbk (UNTR).

Lemahnya permintaan alat berat memaksa produsen berpikir lebih keras lagi untuk menjaga performa penjualan. Mengingat kondisi seperti saat ini, penjualan tahun depan bisa flat seperti tahun ini saja merupakan hal yang bagus.

Selain hanya bertumpu pada industri tambang batubara, emiten produsen alat berat memang sudah seharusnya melirik sektor lain. Sektor konstruksi dan CPO (crude palm oil), setidaknya merupakan industri yang akan tumbuh di tahun depan.

Pemindahan ibukota ke Penajam, Paser utara Kalimantan Timur juga akan mendatangkan tuah bagi industri alat berat. Konstruksi pembangunan ibukota baru, diharapkan dapat menyerap penggunaan alat berat. Industri konstruksi berkat pemindahan ibukota baru akan bergairah mulai beberapa tahun kedepan.

Sektor tambang di luar batubara, seperti nikel dan mineral lain juga layak dilirik. Diversifikasi pasar, bukan hanya ke konsumen batubara, adalah sebuah kesempatan bagi industri alat berat. Industri pertambangan nikel, apabila bila program hilirisasi sukses bisa meningkatkan pasar permintaan alat berat. Meskipun belum direncanakan di tahun depan, proyek gasifikikasi batubara juga diharapkan dapat meningkatkan konsumen batubara sehingga pertambangan batubara dapat kembali bergairah.

Meskipun konsumen di sektor agribisnis tergolong tidak setinggi di sektor lain, industri ini juga bisa menyerap penggunaan alat berat. Proyek B30 diharapkan bisa menjadi katalis untuk meningkatkan kebutuhan industri akan alat berat.

Industri logistik, yang membutuhkan kendaraan untuk mengantar barang juga bisa menyerap kendaraan produksi emiten peralatan berat. INTA adalah salah satu emiten yang rencananya akan menggarap sektor logistik untuk pasarnya.

Berbagai tantangan yang dihadapi oleh emiten yang memproduksi dan memasarkan alat berat memang diprediksi masih terus berlanjut. Strategi untuk mendiversifikasi pasar, melirik sektor baru, dan berharap tuah dari pemindahan ibukota dapat menjadi angin segar bagi penjualan peralatan produksinya.

 

Penulis : Suwanjaya

Editor   : Faris Primayudha

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !