Detail Berita


Jelang Akhir Tahun Penjualan Alat Berat Turun 27%, ini Kiat INTA Untuk Menghadapinya


"Ilustrasi Perusahaan PT. Intraco Penta, Tbk"
Sumber gambar: Intracopenta.com


Tanggal terbit: 28-12-2019

Duniatambang.co.id - Turunnya harga komoditas batubara, tidak hanya berimbas kepada pemilik lahan PKP2B, namun juga industri alat berat yang secara tidak langsung berperan besar dalam aktivitas penambangan. PT. Intraco Penta Tbk (INTA), produsen alat berat pun turut terkena dampaknya. Volume penjualan alat berat menurun sebesar 27% secara year on year (YOY) dibanding tahun lalu. Menghadapi lesunya penjualan alat berat produksinya, INTA akan menerapkan beberapa strategi di tahun mendatang.

Apabila di tahun-tahun lalu INTA bertumpu pada industri batubara, menurunnya harga batubara memaksa untuk menerapkan strategi baru menghadapi tantangan tahun depan. Diversifikasi akan menjadi strategi emiten penyedia alat berat ini di masa depan. Selain bertumpu pada sektor batubara, INTA akan melirik sektor tambang lain, seperti nikel dan mineral lain, sektor agribisnis, dan konstruksi hingga manufaktur.

Selain sektor tambang, pemindahan ibukota baru ke Penajam Paser Utara di Kalimantan Timur diharapkan membawa berkah bagi INTA. Megaproyek pembangunan ibukota Negara, tentunya akan menyerap penggunaan alat berat.

Lesunya harga komoditas batubara, memang membuat perusahaan pemegang konsesi untuk melakukan ekspansi besar-besaran. Untuk melakukan ekspansi penjualan pun, INTA melirik bisnis penjualan kendaraan komersial. Melalui anak usahanya, PT. Intraco Penta Wahana, INTA akan menjalin kerja sama dengan Tata Motors Indonesia, untuk memasarkan produk-produk kendaraan niaga merek Tata Motors. Untuk menunjang usahanya ini, perusahaan sudah memiliki dealer resmi di Balikpapan Kalimantan Timur. Kendaraan komersial tersebut, rencananya akan disasar untuk market tambang dan perkebunan yang membutuhkan kendaraan niaga untuk kebutuhan operasional logistik. Dealer tersebut menjual produk kendaraan, mulai dari model kendaraan 4x4 hingga heavy truck.

Selain sektor kendaraan sebagai basis usahanya. INTA juga melakukan diversifikasi bisnis melalui usaha PLTU. Lokasi PLTU komersial yang berada di Bengkulu tersebut diharapkan bisa beroperasi pada kuartal pertama 2020. Untuk sektor pembiayaan, INTA juga memiliki PT. Intan Batuprana Finance (IBFN) yang memiliki prospek bisnis positif.

Turunnya harga komoditas batubara, memang berdampak pada perusahaan penyedia alat berat yang penjualannya bertumpu pada operasi tambang. Intraco Penta (INTA) turut terkena dampak dari klien pemilik konsesi tambang batubara. Strategi melakukan diversifikasi bisnis diharapkan dapat membantu perusahaan untuk meningkatkan pertumbuhan laba. INTA pun tetap optimis, dengan modal jaringan distribusi dan basis pelanggan yang kuat dan terjalin lama.

Penulis: Suwanjaya

Editor: Hazred Umar Fathan

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !