Detail Berita


Harga DMO Batubara Dipatok US$70 Dollar per Metrik Ton


"Coal"
Sumber gambar: shutterstock.com


Tanggal terbit: 28-12-2019

duniatambang.co.id -  Gonjang-ganjing harga patokan DMO (Domestic Market Obligation) batubara tampaknya sudah menemui titik terang. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengindikasikan keberlanjutan porsi dan harga DMO batubara masih sama dengan tahun sebelumnya. Komoditas tambang ini memang memiliki peran vital untuk industri listrik, sehingga intervensi Pemerintah berkaitan dengan porsi supply dan harga untuk konsumsi dalam negeri dirasa sangat diperlukan.

Meskipun saat ini Harga Batubara Acuan (HBA) berada dibawah harga DMO (harga DMO sebesar US$ 70 per metrik ton), namun begitu Pemerintah menyadari betul, apabila harga batubara di tahun depan melonjak, maka harga dari produksi listrik otomatis akan terdampak. Sebagai catatan, konsumsi batubara dari PLN (Perusahaan Listrik Negara) sampai akhir tahun ini diproyeksikan sebesar 96 juta ton, sedangkan untuk tahun depan diprediksi akan naik hingga 13,54 % menjadi 109 juta ton. Disinilah pentingnya peran pemerintah dalam menjaga harga DMO, dengan tujuan agar harga akhir dari produk listrik tetap stabil. Mengingat listrik merupakan elemen yang begitu penting untuk masyarakat luas dan industri.

Jika melihat kebelakang, patokan harga batubara DMO sebenarnya akan berakhir, hal ini dituangkan dalam Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM Nomor 1395 K/30/MEM/2018 tentang Harga Jual Batubara untuk penyediaan tenaga listrik untuk kepentingan umum.

Pemerintah pun berencana meningkatkan kuota DMO untuk tahun depan, jika tahun ini kuota DMO ditarget diangka 128 juta ton batubara, tahun depan akan ditingkatkan menjadi 155 juta ton. Kuota DMO akan diserap oleh PLN dengan jumlah sebesar 109 juta ton, Industri Pengolahan dan pemurnian sebear 16,52 juta ton, serta industri semen sebesar 14,54 juta ton.

Selain harga DMO, pemerintah juga mewajibkan bagi emiten produsen batubara, untuk menyetor kuota DMO sebesar 25% dari produksi. Untuk prediksi batubara secara nasional, angkanya memang belum disetujui karena masih dalam tahap persetujuan. RKAB (Rencana Kerja dan Anggaran Biaya) yang diajukan oleh perusahaan, masih dalam tahap evaluasi dan persetujuan saat ini. Namun begitu, angka produksi batubara nasional diprediksi dikisaran 530 juta ton.

Meskipun dari keputusan penetapan harga DMO tidak sejalan dengan sebagian kalangan pengusaha, namun keputusan pemerintah ini tentunya akan menjadi acuan bagi kalangan pengusaha di tahun 2020 mendatang. Disisi lain, Pemerintah akan mengambil kebijakan pemberian insentif bagi perusahaan yang melampaui targe DMO, sebaliknya akan memberikan sanksi berupa denda bagi perusahaan yang tidak bisa memenuhi kuota DMO.

 

Penulis : Suwanjaya

Editor   : Hazred Umar Fathan

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !