Detail Berita


Siap-Siap Permen DMO Batubara Segera Terbit


"coal"
Sumber gambar: shutterstock.com


Tanggal terbit: 27-12-2019

duniatambang.co.id – Domestic Market Obligation (DMO) batubara tahun 2019 ditetapkan sebesar 25%. Kementerian ESDM memastikan DMO tahun 2020 akan tetap sama dengan tahun 2019.

Kementerian ESDM telah menyiapkan Permen untuk memperkuat payung hukum DMO. Hal ini ditujukan untuk menjaga tarif listrik agar stabil serta untuk membangkitkan industri dalam negeri. Tak tanggung-tanggung, Kementerian ESDM juga berencana untuk mengkaji DMO untuk gas yang mulai akan dibahas pekan depan.

Baca juga: Menjelang Tutup Tahun Sejumlah Emiten Batubara Kejar Target DMO

Harga batubara DMO ditetapkan sebesar USD 70 per meterik ton. Menanggapi hal tersebut, Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI), Hendra Sinadia, meminta pemerintah untuk mengkaji ulang harga batubara domestik agar tidak merugikan salah satu pihak.

Menurut Hendra, harga batubara yang dijual ke PLTU sebesar USD 70 per metrik ton tidak adil bagi pengusaha batubara. Jika harga di pasaran lebih rendah dari USD 70 per metrik ton, maka harga yang digunakan adalah HBA.

Sementara jika harga lebih tinggi dari USD 70 per metrik ton, pengusaha tidak bisa menjual dari harga untuk DMO yang telah ditetapkan. Hal ini merugikan bagi pengusaha, tambah Hendra.

Pemerintah bahkan akan merencanakan untuk stop ekspor batubara. Menanggapi hal tersebut, Muhammad Wafi Senior Research Analyst Bahana Sekurita, kebijakan pelarangan ekspor batubara ini belum dapat dilaksanakan dalam waktu dekat. Pasalnya, pemerintah harus memperhatikan kesiapan industri di dalam negeri, khususnya PLTU sebagai konsumen terbesar batubara di Indonesia.

 

Penulis : Mayang Sari

Editor    : Umar RP.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !