Detail Berita


Begini Kesiapan ANTAM Hadapi Hilirisasi


"Gedung PT Aneka Tambang Tbk "
Sumber gambar: economy.okezone.com


Tanggal terbit: 27-12-2019

duniatambang.co.id - PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) salah satu emiten pelat merah yang bergerak dalam pertambangan mineral terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan cita-cita hilirisasi pada komoditas tambang. Sebelum adanya regulasi terkait kewajiban hilirisasi dan pembangunan smelter, ANTAM sejak 1976 sudah memulai kegiatan hilirisasi dengan mendirikan smelter feronikel (FeNi 1) di Pomalaa, Sulawesi Tenggara.

ANTAM pun tidak langsung berpuas diri ketika memiliki satu smelter feronikel tersebut, ANTAM terus mengembangkan beberapa proyek smelter lainnya seperi pembangunan smelter feronikel FeNi 2 di tahun 1994 dan FeNi 3 pada tahun 2007 pada lokasi yang sama yaitu Pomalaa, Sulawesi Tenggara. Hingga saat ini ketiga smelter di Pomalaa tersebut memiliki kapasitas produksi sebesar 27.000 ton nikel dalam feronikel (TNi).

Menghadapi kebijakan pelarangan ekspor nikel dan kewajiban hilirisasi, ANTAM kian giat mengembangkan proyek smelter terutama smelter nikel dengan kembali membangun smelter feronikel di Halmahera Timur (P3FH). Smelter P3FH ini memiliki kapasitas produksi feronikel sebanyak 13.500 TNi. Hingga saat ini, progress pembangunan smelter baru P3FH ini sudah mencapai 98%. Pada 2020 mendatang smelter P3FH dijadwalkan akan memasuki tahap commissioning.

Baca juga: ESDM Buka Sejumlah Opsi Sumber Pendanaan Proyek Smelter

Menyongsong awal tahun 2020 mendatang dimana sudah mulai akan diberlakukannya larangan ekspor nikel, ANTAM meyakini bahwa smelter feronikel milik ANTAM yang ada di Pomalaa dan Halmahera Timur ini akan mendatangkan manfaat positif bagi kinerja ANTAM dimana kedua smelter ini akan memiliki kapasitas produksi sebesar 40.500 TNi.

ANTAM akan fokus memproduksi feronikel apalagi tarif royalti untuk feronikel juga mengalami penurunan untuk mendukung kinerja perusahaan.

Tidak hanya smelter untuk komoditas nikel, ANTAM juga tengah menggarap smelter untuk komoditas bauksit yaitu smelter grade alumina refinery (SGAR) di Tayan, Kalimantan Barat. SGAR ini akan memiliki kapasitas produksi sebesar 1 juta ton SGA. Proyek ini merupakan proyek joint venture antara ANTAM dan Inalum.

SGAR diproyeksikan akan memasuki tahap peletakkan batu pertama pada 2020 mendatang. ANTAM cukup optimis dengan kesiapan yang sudah dilakukan perseroan ini untuk mendukung komitmen hilirisasi pada komoditas tambang.

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Ocky PR.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !