Detail Berita


Berganti Hari, Begini Strategi Emiten Batubara Menghadapi 2020


"coal"
Sumber gambar: shutterstock.com


Tanggal terbit: 26-12-2019

duniatambang.co.id - Berbagai tantangan masih akan dihadapi oleh emiten industri batubara di tahun 2020. Tren harga batubara yang turun di tahun 2019, diprediksi masih akan tetap berlanjut hingga tahun 2020. Pelaku industri perlu mengencangkan ikat pinggang, dan pasang strategi untuk menghadapi berbagai isu yang akan dihadapi pada tahun 2020.

Isu tentang hilirisasi di sektor pertambangan masih akan menjadi topik yang hangat dibicarakan di tahun mendatang. Perdebatan alot tentang revisi UU Minerba No.4 tahun 2009 juga masih berlangsung hingga kini. Pasal 103 ayat 1, yang menyatakan Pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan Izin Usaha Pertambangan Operasional Khusus (IUP OK) wajib melakukan pengolahan dan pemurnian hasil penambangan didalam negeri. Khusus sektor batubara, isu hilirisasi yang menguak adalah tentang proyek gasifikasi. Proyek gasifikasi batubara dalam bentuk Dimethyl ether, akan diinisiasi oleh perusahaan patungan PT Bukit Asam dengan PT Pertamina.

Menghadapi tantangan bisnis tahun-tahun mendatang, emiten tentunya dituntut untuk dapat mengatur strategi dalam menghadapi perjalanan bisnisnya. Penghematan biaya operasional, efisiensi tentunya harus dipertimbangkan oleh para emiten. Hal ini sudah lazim untuk dilakukan oleh perusahaan agar survive di tahun-tahun mendatang.

Selain efisiensi operasional, emiten perlu lebih kreatif mencari pasar baru untuk menunjang kinerja penjualan. Seperti yang dilakukan oleh GTBO (Garda Buana Tujuh Buana) akan mencari pasar baru, seperti di Vietnam dan Kamboja. MBAP (Mitra Bara Adi Perdana), yang memiliki kadar batubara Medium Calorific value (Medium CV), akan mencari pasar spesifik market dengan harga premium. Batubara yang diproduksi oleh MBPA adalah batubara dengan Medium CV dengan low ash dan low sulfure.

Kondisi ekonomi global akibat terdampak akibat perang dagang, isu pemakzulan Presiden Donald Trump, defisit neraca perdagangan dalam negeri, harga DMO (Domestic Market Obligation) baru, semestinya menjadi isu yang diwaspadai oleh para emiten batubara. Emiten perlu kreatif dalam menghadapi tantangan bisnis di masa depan.

 

Penulis : Suwanjaya

Editor   : Umar RP.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !