Detail Berita


Menelisik Cikal Bakal Pertambangan di Dunia dan Tanah Air


"Coal miners preparing to returned to work after the great strike"
Sumber gambar: shutterstock.com


Tanggal terbit: 26-12-2019

duniatambang.co.id – Kekayaan barang tambang di muka bumi tidak dapat dihitung karena sangat melimpah. Melihat dari sisi kegunaannya, manusia tidak dapat dipisahkan dengan keberadaan barang tambang. Barang tambang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari mulai dari material handphone yang kita gunakan, perabotan rumah tangga, infrastruktur, perhiasan, dan peralatan listrik.

Baca juga6 Fakta Menarik Barang Tambang, Salah Satunya Ada di Mana Aja

Namun tahukah Sobat sejak kapan sih barang tambang mulai dimanfaatkan dalam kehidupan manusia?

Sejarah Pertambangan di Dunia

Pertambangan di dunia berawal sejak peradaban manusia, orang-orang mulai menggunakan batu, keramik, dan logam yang ditemukan dekat dengan permukaan bumi. Sejak zaman prasejarah, tanda-tanda pertambangan mulai dikenali karena kebutuhan manusia terhadap batu dan logam untuk membuat peralatan dan senjata untuk berburu.

Lokasi tambang tertua dalam catatan arkeologi berada di Gua Singa, Swaziland, Afrika yang diperkirakan berusia 43.000 tahun yang lalu berdasarkan data radiokarbon. Beralih ke Mesir, pertambangan di Negara Mesir bermula pada awal dinasti, yaitu tambang emas Nubia. Sementara di Benua Eropa terdapat tambang Perak di Laurium yang terletak di kota Athena pada zaman Romawi.

Pada abad pertengahan, industri pertambangan mengalami perubahan yang cukup drastis. Hal ini karena beralih fokus ekstraksi tembaga dan logam yang digunakan untuk peralatan senjata, baju besi, sanggurdi dan sepatu kuda.

Cikal Bakal Pertambangan di Tanah Air

Sejarah pertambanan di tanah air dimulai dengan kegiatan pertambangan yang dilakukan secara primitif oleh masyarakat setempat. Indonesia memiliki hasil bumi dan tambang yang sangat kaya raya. Beberapa bahan tambang di Indonesia di antaranya adalah batubara, minyak dan gas bumi, emas, nikel, dan lain-lain.

Pertambangan di Indonesia dimulai pada zaman Kerajaan Minangkabau di daerah Sumatera Barat. Kemudian, terdapat Gunung Ophir yang merupakan salah satu gunung tertinggi di Sumatera mengandung logam emas yang berlimpah. Pertambangan mulai dikenal saat dibentuk pengelolaan bersama yang diberi nama Perusahaan Tambang Minyak Republik Indonesia (PTMRI).

Pada tahun 1602, Pemerintah Belanda membentuk VOC yang mulai melakukan perdagangan dari hasil pertambangan. Pada tahun 1850 Pemerintah Hindia Belanda membentuk Mijnwezenn – Dinas Pertambangan yang berkedudukan di Batavia.

Perkembangan pertambangan di Indonesia khususnya minyak, batubara, dan logam tidak lepas dari sejarah masuknya bangsa Barat yang melakukan pembukaan dan pendidikan dalam bidang pertambangan. Kemudian didukung juga dengan dibukanya sekolah-sekolah bersamaan dengan kegiatan pertambangan yang dipimpin bangsa Belanda.

Seperti yang tertulis pada pasal 33 ayat 3 UUD 45 yang menyatakan bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Artinya, pengelolaan sumber daya alam yang tepat mampu memajukan peradaban suatu bangsa.

Hingga kini, aktivitas pertambangan telah menggunakan banyak menggunakan teknologi yang lebih maju dan efektif. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat mengikuti peradaban dan kehidupan manusia.

Sejak revolusi industri, manusia memiliki kemampuan untuk memproduksi produk semakin banyak dengan kualitas yang semakin baik untuk mendorong kehidupan modern. Hampir di semua bidang utama dalam teknologi, perusahaan industri, kesehatan, pangan, pendidikan dan ekonomi tidak lepas dari manfaat praktik pertambangan.

 

Penulis : Mayang Sari

Editor   : Wasis

Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !