Detail Berita


Lika-Liku Proyek Smelter


"Smelter"
Sumber gambar: shutterstock.com


Tanggal terbit: 23-12-2019

duniatambang.co.id - Menurut catatan ESDM, Saat ini ada 67 smelter yang direncanakan akan beroperasi mulai tahun 2022. 17 smelter saat ini sudah mulai beroperasi, 13 smelter masih dalam proses pembangunan dengan progress sekitar 40-90%, 37 smelter progres pembangunannya belum mencapai angka 40%. Sekitar 61% atau 41 smelter dari total smelter merupakan smelter nikel.

Dari 37 smelter yang pembangunannya belum mencapai angka 40%, 14 diantaranya dikabarkan belum memperoleh status financial close. Apakah hal ini berarti, proyek pembangunan smelter masih kesulitan untuk mencari sumber pendanaan?

Proyek pembangunan smelter, jika kita bandingkan dengan proyek lain seperti kilang minyak atau pembangkit listrik, industri smelter adalah industri yang relatif baru. Hal ini pun berdampak pada akses mendapatkan pendanaan tidak semudah industri yang sudah mapan. Pemerintah pun diminta turut ambil bagian untuk proyek pembangunan smelter, sebagai bagian dari rencana hilirisasi komoditas ekspor untuk tahun-tahun kedepan.

Industri kendaraan listrik masa depan, pembuatan baterai lithium dengan nikel sebagai komponen utama, adalah isu yang tidak lepas dari proyek smelter ini. Pemerintah mendorong percepatan pembangunan smelter, dengan diawali pelarangan ekspor nikel kadar rendah mulai Januari 2020.

Untuk membantu industri smelter tanah air, pemerintah memang telah merencanakan akan membantu para pengusaha agar mudah mendapat akses pendanaan. Prioritas pemerintah tentunya adalah proyek-proyek smelter yang saat ini masih belum mencapai angka 40% progresnya dan belum mencapai financial close. Tiga segmen sumber pendanaanpun sudah mulai diwacanakan. Pertama, lembaga keuangan bilateral maupun multilateral. Kedua, lembaga keuangan nasional, baik publik maupun BUMN. Ketiga, Perusahaan internasional yang sudah lama berkecimpung dalam dunia pertambangan.

Pembangunan smelter akan menjadi perbincangan menarik dalam beberapa tahun kedepan. Ketersediaan cadangan nikel, teknologi dan market bisa jadi bukan menjadi suatu kendala untuk industri. Namun apabila akses pendanaan masih menjadi kendala, pembangunan smelter bisa jadi akan tersendat-sendat. Pemerintah diharapkan bukan hanya sebagai fasilitator pendanaan, namun industri juga masih berharap adanya insentif untuk proyek besar yang masih tergolong baru ini.

Penulis : Suwanjaya

Editor   : Ocky PR.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !