Detail Berita


Masa Depan Proyek Smelter di Tanah Air


"Smelter"
Sumber gambar: shutterstock.com


Tanggal terbit: 23-12-2019

duniatambang.co.id - Pembangunan proyek smelter memang sedang digenjot untuk mendukung cita-cita hilirisasi komoditas tambang. Ditambah lagi dengan keputusan Indonesia untuk menutup keran ekspor nikel pada awal tahun 2020 mendatang, membuat pembangunan smelter kian menjamur terutama smelter untuk komoditas nikel.

Perkembangan proyek smelter memang masih diusahakan untuk dapat berjalan sesuai target. Kementerian ESDM sendiri mengharapkan pada tahun 2019 ini terdapat tambahan tiga smelter baru yang akan beroperasi. Namun, dipastikan hingga tutup tahun 2019 nanti hanya akan ada tambahan satu smelter. Smelter tersebut yaitu smelter nikel milik PT Wanatiara Persada.

Dua smelter lainnya yang dijadwalkan dapat beroperasi pada 2019 ini mengalami pergeseran jadwal operasi menjadi 2020 mendatang. Kedua smelter tersebut yaitu smelter feronikel milik PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) di Halmahera Timur, Maluku Utara dan smelter timbal bullion PT Kapuas Prima Citra di Kalimantan Tengah.

Smelter feronikel milik ANTAM sudah selesai dibangun, namun masih terkendala permasalahan power plant. Sedangkan smelter timbal milik Kapuas Prima Citra juga sudah selesai dibangun, namun masih harus menunggu Surat Keputusan (SK) pelepasan hutan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

ESDM memproyeksikan terdapat 4 smelter yang akan beroperasi pada 2020 mendatang yaitu smelter nikel Antam di Halmahera Timur, Maluku Utara, smelter timbal PT Kapuas Prima Citra di Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, smelter nikel PT Arthabumi Sentra Industri di Morowali, Sulawesi Tengah dan smelter mangan yang dibangun oleh PT Gulf Mangan Grup di Kupang, Nusa Tenggara Timur.Selain itu, ESDM memperkirakan saat ini terdapat 13 smelter yang progress pembangunannya berada di angka 40%-90% dan terdapat 37 smelter masih di bawah 40%. Namun, beberapa smelter ada yang memiliki progress pembangunan dibawah 10% karena terkendala kesiapan dan pendanaan.

Pemerintah awalnya memproyeksikan akan ada 68 smelter dapat beroperasi pada 2022 mendatang. Namun melihat perkembangan pembangunan proyek smelter sekarang ini, ESDM memperkirakan jika pada 2022 mendatang realisasi jumlah smelter yang dapat beroperasi sebanyak 52 smelter. Smelter nikel masih akan mendominasi yaitu sebanyak 29 smelter. Sisanya yaitu 9 smelter bauksit, 4 smelter besi, 4 smelter tembaga, 2 smelter mangan, dan 4 smelter seng & timbal.

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Umar RP.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !