Detail Berita


ESDM Buka Sejumlah Opsi Sumber Pendanaan Proyek Smelter


"Smelter"
Sumber gambar: shutterstock.com


Tanggal terbit: 23-12-2019

duniatambang.co.id - Pengembangan proyek smelter di Indonesia berjalan relatif lancar. Namun, sejumlah proyek masih menghadapi sejumlah hambatan berkaitan dengan pendanaan. Memang tidak dapat dipungkiri bahwa proyek smelter membutuhkan dana yang tidak sedikit, sehingga pengusaha smelter sendiri membutuhkan suntikan dana dari investor untuk mendukung proses pembangunan smelter.

Pemerintah melalui Kementerian ESDM membuka sejumlah opsi untuk mencari sumber pendanaan proyek smelter agar tidak mangkrak. Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Percepatan Pembangunan Infrastruktur dan Investasi, Triharyo Soesilo, mengatakan bahwa pemerintah melalui ESDM akan membantu pengusaha yang mengalami kesulitan untuk mengakses sumber pendanaan pembangunan smelter.

ESDM akan membidik tiga segmen investor untuk membantu pendanaan smelter. Ketiga segmen tersebut antara lain lembaga keuangan internasional bilateral maupun multilateral, perusahaan atau lembaga keuangan nasional baik publik maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan perusahaan internasional yang berkecimpung di bisnis tambang.

Sistem pendanaan ini diproyeksikan mirip dengan skema pendanaan pada proyek pembangunan jalan tol. Dimana nantinya proyek smelter ini memiliki Internal rate of return (IRR) yang menarik secara keekonomian sehingga dapat membangkitkan minat investasi.

ESDM juga akan melakukan koordinasi dengan sejumlah lembaga terkait untuk pendanaan smelter ini seperti Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), PT Sarana Multi Infrastruktur, dan PT Dana Reksa. ESDM juga akan menjajaki kerjasama internasional dengan berbagai Negara, salah satunya yaitu Jepang. Namun, tidak semua proyek smelter akan mendapatkan bantuan dana.

Pemerintah sebelumnya akan kembali mengevaluasi proyek pembangunan smelter hingga tutup tahun 2019 ini, nantinya proyek smelter yang masih memiliki progress pembangunan dibawah 40% akan diprioritaskan, apalagi jika proyek tersebut belum memenuhi pembiayaan atau financial close (FC). ESDM berharap langkah ini dapat mempercepat pembangunan proyek smelter di Indonesia sehingga cita-cita hilirisasi pada komoditas tambang dapat tercapai.

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Mayang Sari

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !