Detail Berita


GTBO Tetap Optimis Meski Belum Capai Target Produksi


"Coal"
Sumber gambar: shutterstock.com


Tanggal terbit: 20-12-2019

duniatambang.co.id - Memasuki akhir tahun, PT. Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO) sepertinya belum mampu meraih target produksi batubara untuk tahun 2019. Dari target 2 juta metric ton (MT), hingga kuartal ketiga kemarin perseroan baru mencapai angka 929 ribu metric ton.

Dibandingkan dengan kuartal ketiga tahun 2018, pencapaian produksi tampaknya dicapai hanya 50% secara year on year (YOY). Turunnya angka produksi di tahun ini pun berdampak pada turunnya penjualan batubara, jika pada kuartal ketiga 2018 perseroan berhasil membukukan penjualan sebesar US 29,88 juta, penjualan kuartal ketiga tahun 2019 dikabarkan hanya setengahnya, sebesar US 15,3 juta.

Turunnya produksi, yang juga berdampak pada turunnya penjualan dan pendapatan, perseroan masih tetap optimis untuk mencapai target produksi. Jajaran direksi GTBO, menganggap bahwa turunnya keuntungan dari perseroan lebih kepada kondisi eksternal perusahaan, dibanding dari kinerja perseroan itu sendiri. Beberapa faktor yang turut mempengaruhi adalah perang dagang AS-China yang belum usai. Perekonomian China ikut terpukul, perlambatan perekonomian China berdampak pada daya serap komoditas batubara.

Dengan kondisi perekonomian China yang mengalami perlambatan, jajaran Direksi GTBO dipaksa untuk memutar otak agar menemukan solusi pasar baru. Vietnam dan Kamboja pun dilirik untuk penjajakan sebagai pasar baru perseroan ke depan. Di tengah penurunan produksi dan pendapatan perusahaan, GTBO tetap optimis bahwa tahun 2020 akan lebih baik dari sisi keuntungan, mengingat kabar yang beredar ketegangan perang dagang antara Amerika vs China akan menurun tahun depan.

Selain permasalahan pendapatan keseluruhan, GTBO juga belum mampu merealisasikan target kuota DMO (Domestic Market Obligation) tahun ini sebesar 500.000 ton barubara. Hingga kuartal ketiga perseroan baru mencapai kuota DMO sebesar 15.000. Untuk menangani pemenuhan kuota DMO, perseroan akan menerapkan strategi transfer kuota agar target minimum 25% DMO bisa dipenuhi.

Di tengah kondisi perekonomian global yang belum stabil, daya serap pasar terhadap batubara juga menjadi berkurang turut berdampak pada tingkat pendapatan dari GTBO. Harapan meredanya perang dagang Amerika vs China, daya serap pasar untuk komoditas batubara menjadi lebih baik turut membuat emiten yang juga memiliki konsesi tambang emas di Afrika optimis menghadapi tahun 2020.

Penulis : Suwanjaya

Editor    : Hazred Umar Fathan

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !