Detail Berita


Begini Tanggapan ANTAM Terhadap Tarif Royalti Nikel Terbaru


"PT Aneka Tambang Tbk"
Sumber gambar: kumparan.com


Tanggal terbit: 15-12-2019

duniatambang.co.id - Peraturan Pemerintah Nomor 81 Tahun 2019 tentang Jenis dan Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mengatur tarif royalti sejumlah mineral logam yang mengalami perubahan. Salah satu komoditas mineral logam yang mengalami perubahan tarif royalti adalah nikel. ANTAM sendiri sebagai salah satu emiten pelat merah yang bergerak dalam bisnis mineral logam seperti nikel dan emas memberikan tanggapan yang positif terhadap perubahan tarif royalti ini.

Baca juga: 13 Hari Lagi Tarif Royalti Nikel Jadi Dua Kali Lipat

Pada Sembilan bulan pertama 2019 ini, penjualan ferronikel menjadi salah satu komoditas dengan penjulan tertinggi kedua bagi ANTAM. Penjualan ferronikel pada tahun ini naik 3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Tercatat volume produksi feronikel ANTAM mencapai 19.052 ton nikel dalam feronikel (TNi) dengan tingkat penjualan feronikel sebesar 19.703 TNi. Melihat fakta ini maka ferronikel sangat mempengaruhi pendapatan ANTAM. Nilai penjualan ferronikel ANTAM hingga September 2019 sebesar Rp3,61 triliun.

ANTAM akan mengoptimalkan hilirisasi dan menggenjot sejumlah proyek smelter mengingat tarif royalti untuk bijih nikel naik hingga 10% dan per 1 Januari 2020 keran ekspor nikel resmi ditutup. Untuk itu ANTAM akan mengoptimalkan ferronikel apalagi penerapan royalti yang baru cukup menguntungkan untuk ferronikel yang tarif royaltinya turun menjadi 2%. Oleh sebab itu dengan tarif royalti ferronikel yang baru, ANTAM optimis dapat tingkatkan kinerjanya.

Kini dengan sisa waktu kurang lebih dua pekan lagi sebelum tutup tahun 2019, ANTAM berupaya mengoptimalkan kinerja produksi dan penjualan untuk mencapai semua target yang telah dipatok sebelumnya.

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Faris Primayudha

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !