Detail Berita


Lagi-lagi Sentimen Negatif Batubara, Korsel Tutup 10 PLTU


"PLTU"
Sumber gambar: indonesiapower.co.id


Tanggal terbit: 13-12-2019

duniatambang.co.id - Komoditas batubara saat ini sedang membutuhkan katalis positif untuk membuat harga batubara stabil dan kembali meroket. Namun nasib batubara cukup malang, bukan katalis positif yang tiba justru sentimen negatif yang kembali melanda emas hitam ini.

Korea Selatan, negara dengan ekonomi terbesar keempat di Asia baru-baru ini resmi menutup 10 PLTU. Bahkan ke depannya dalam rentang waktu Desember-Februari, Korsel digadang-gadang akan menutup 15 PLTU. Penutupan PLTU ini merupakan salah satu sentimen negatif bagi batubara.

Kini setelah 10 PLTU tersebut ditutup, masih terdapat 41 pembangkit listrik tenaga batubara yang tersisa. Pembangkit listrik tersebut akan beroperasi dengan utilisasi 80%. Keputusan untuk menutup sejumlah PLTU diambil oleh pemerintah Korsel sebagai bagian dari kampanye anti-polusi di Korea Selatan.

Penggunaan batubara sebagai bahan bakar pembangkit listrik diklaim merupakan salah satu sektor yang berkontribusi cukup besar pada polusi udara di Korsel. Sebelumnya PLTU dengan bahan bakar batubara berkontribusi sekitar 40% terhadap suplai listrik negeri ginseng tersebut. Selain PLTU, Tenaga nuklir menyumbang sekitar 30% dari listrik Korea Selatan, disusul oleh tenaga gas sekitar 20%. Sejumlah analis memprediksi ketika sejumlah PLTU ditutup, Korsel akan banyak menggunakan LNG.

Penutupan sejumlah PLTU di Korsel ini merupakan kabar buruk bagi komoditas batubara. Bagaimana tidak penutupan PLTU ini akan membuat konsumsi batubara Korsel menurun. Indonesia sebagai salah satu pemasok batubara ke Korea Selatan sedikit banyak akan terkena dampak negatif dari kebijakan energi Korea Selatan ini.

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Umar RP.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !