Detail Berita


Mengendalikan Bahaya Akibat Kebisingan Genset Pada Pekerjaan Pertambangan


"Industrial genset system"
Sumber gambar: shutterstock.com/Mohd Nasri Bin Mohd Zain


Tanggal terbit: 12-12-2019

duniatambang.co.id – Setiap aktivitas atau pekerjaan, sekecil apapun akan berpotensi menghasilkan bahaya yang dapat menimbulkan kerugian. Seperti kerugian terhadap material, waktu atau proses kerja, atau bahkan kerugian terhadap pekerja yang bersangkutan.

Contoh bahaya yang dapat ditimbulkan di lingkungan kerja pertambangan misalnya suara dari mesin genset yang bising sehingga mengganggu pekerja. Tidak hanya itu, bahaya pada pekerjaan pertambangan banyak macamnya.

Bagaimana cara mengendalikan bahaya dengan kasus kebisingan akibat genset?

Berikut pembahasan sekilas mengenai hierarki pengendalian bahaya mulai dari langkah yang paling efektif hingga ke langkah yang kurang efektif.

Eliminasi

Eliminasi adalah langkah pengendalian bahaya dengan cara menghilangkan sumber bahaya. Untuk kasus genset yang menimbulkan kebisingan di atas, sebaiknya diganti dengan sumber listrik lain seperti sumber listrik dari PLN.

Substitusi

Substitusi merupakan cara menghilangkan bahaya dengan mengganti material atau alat dengan jenis yang memiliki potensi bahaya lebih kecil. Contoh genset yang bisa menimbulkan suara kebisingan tersebut diganti dengan genset yang sound proof, atau tidak menimbulkan kebisingan sampai ambang batas yang dapat menimbulkan gangguan pendengaran.

Rekayasa Engineering

Rekayasa engineering dilakukan dengan modifikasi dari sumber bahaya. Untuk kasus genset yang menimbulkan kebisingan tersebut, dapat dibuatkan rumah genset yang ditambah dengan material untuk menyerap bunyi yang dihasilkan genset, sehingga suara kebisingan dapat dikendalikan hingga batas yang bisa ditoleransi.

Administrasi

Untuk pengendalian bahaya dengan administrasi, sebagai contoh adalah pemberian pelatihan kepada karyawan yang terpapar dengan sumber bahaya. Karyawan yang akan bekerja dengan paparan kebisingan genset seperti kasus di atas, diberi pelatihan bahaya dan langkah-langkah pengendaliannya. Selain melalui pelatihan, pengaturan administrasi dapat dilakukan dengan rotasi shift kerja terhadap karyawan yang terpapar dengan bahaya tersebut. Untuk kasus contoh suara genset yang menimbulkan kebisingan di atas, maka pekerja dirotasi dengan sistem shift agar tingkat keterpaparan terhadap kebisingan bisa dikurangi.

Alat Pelindung Diri

Penggunaan Alat Pelindung Diri adalah langkah terakhir untuk pengendalian bahaya. Sumber bahaya masih ada, namun pekerja menggunakan Alat Pelindung Diri untuk mengurangi tingkat keterpaparan dari bahaya tersebut. Dalam kasus genset yang menimbulkan suara kebisingan di atas, pekerja dilengkapi dengan ear plug atau ear muff yang dapat mengurangi kebisingan tersebut. Ear plug atau ear muff dapat mengurangi kebisingan sampai tingkat tertentu.

Baca juga: Ini Sederet Peralatan Keselamatan Diri Bagi Pekerja Tambang

Yang perlu dicatat dari hierarki pengendalian bahaya adalah hierarki pengendalian bahaya tersebut dapat dikombinasikan, seperti pengendalian dengan administratif (training dan pengaturan shift kerja), dikombinasikan dengan penggunaan Alat Pelindung Diri selama pekerja berada di area paparan bahaya.

Penulis : Suwanjaya

Editor   : Faris Primayudha

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !