Detail Berita


Kurang Dari Dua Pekan, Tarif Royalti Mineral Logam Akan Berubah


"100 US Dollar, bills flying on blue sky background, 3D Rendering without motion blur"
Sumber gambar: shutterstock.com/phanurak rubpol


Tanggal terbit: 11-12-2019

duniatambang.co.id - Kurang lebih dua pekan lagi tepatnya 25 Desember 2019, tarif royalti sejumlah mineral logam akan mengalami perubahan. Beberapa mineral logam akan mengalami kenaikan royalti secara signifikan terutama mineral logam yang belum diolah sedangkan sejumlah mineral logam yang sudah diolah akan mengalami penurunan tarif royalti.

Keputusan tersebut secara resmi sudah ditanda tangani oleh Presiden RI melalui penerbitan PP Nomor 81 Tahun 2019 tentang tarif atas jenis penerimaan negara bukan pajak.  Beleid yang diundangkan pada 25 November 2019 tersebut sekaligus mencabut PP No. 9 Tahun 2012.

Salah satu komoditas yang mengalami perubahan tarif royalti yaitu komoditas nikel. Untuk bijih nikel yang belum diolah mengalami kenaikan tarif secara signifikan, Bijih nikel mengalami kenaikan tarif royalti dari 5% menjadi 10% dari harga jual. sedangkan nikel yang sudah diolah mengalami penurunan tarif royalti Nikel Pig Iron menjadi 5%, Nikel Matte, Ferro Nikel, Nikel Oksida, Nikel Hidroksida, dan  Nikel MHP  menjadi 2%.

Selain nikel, sejumlah komoditas mineral logam lainnya juga mengalami perubahan tarif royalti, seperti bijih besi dari 3% menjadi 10%, pasir besi dari 3,75% menjadi 10%, serta bijih mangan dari 3,25% menjadi 10%. Tarif royalti untuk emas berkisar antara 3,75%-5%, bergantung pada harga jual per ounce. Sebelumnya, tarif royalti emas dipatok 3,75%.

Adapun berdasarkan Pasal 18 PP No. 81 Tahun 2019, tarif royalti tersebut akan mulai berlaku 30 hari sejak diundangkan. Artinya, penerapan tarif royalti baru sudah bisa dilakukan mulai 25 Desember 2019. Sementara itu, menurut Direktur Penerimaan Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Jonson Pakpahan mengatakan tarif PNBP terbaru ini akan efektif diterapkan pada awal Januari mendatang.

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Faris Primayudha

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !