Detail Berita


Begini Cara ADARO Hadapi Komoditas Batubara yang Lesu


"Aktivitas Tambang Batubara"
Sumber gambar: adaro.com


Tanggal terbit: 11-12-2019

duniatambang.co.id - PT Adaro Energy Tbk (ADRO) merupakan salah satu pemain ulung komoditas batubara. Di tengah pasar komoditas batubara yang lesu, Adaro terus berusaha menjaga kinerjanya. Sebagai informasi, hingga kuartal III 2019, pendapatan Adaro cenderung stabil. Pendapatan Adaro pada kuartal III-2019 sebesar US$ 2,65 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 2,67 miliar. 

Baca juga:Tutup Tahun 2019 HBA Malas Naik, Apa Kabar 2020?

Adaro belum berniat untuk mengakuisisi tambang baik itu tambang yang sudah beroperasi ataupun lahan baru. Adaro masih akan fokus pada areal tambang yang sudah ada saat ini. Di tengah harga batubara yang belum stabil, Adaro tetap optimis produksi batubara akan mencapai target yang ditetapkan. Pada tahun 2019 ini target produksi batubara Adaro berkisar 54 juta-56 juta ton. Pada kuartal III produksi batubara Adaro telah mencapai 44,13 juta ton atau naik 13% (yoy) dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Adaro tidak menapik jika harga batubara membuat Adaro harus berusaha mempertahankan kinerja dengan cara menjalankan sejumlah efisiensi. Namun, Adaro cukup terbantu dengan berbagai bisnis terpadu milik Adaro yang dapat saling bersinergi mempertahankan kinerja dengan mengontrol biaya produksi, efisiensi dan mengurangi risiko pasar batubara.

Sejumlah anak perusahaan Adaro yang terlibat dalam rantai pertambangan dan pasokan batubara secara terintegrasi yaitu PT Adaro Indonesia, PT Adaro Power, PT Adaro Logistik, dan PT Saptaindra Sejati. Untuk itu, saat ini Adaro fokus pada pengoptimalan bisnis terintegrasi tersebut.

Selain itu, saat ini Adaro juga tengah fokus mengembangkan proyek pembangkit listrik. Adaro melalui anak usahanya PT Tanjung Power Indonesia sedang membangun pembangkit listrik berkapasitas 2x100 MW di Kalimantan Selatan. Proyek ini diproyeksikan akan rampung pada akhir tahun ini.

Selain itu, Adaro juga sedang mengembangkan pembangkit listrik berkapasitas 2x1.000 MW di Batang, Jawa Tengah melalui PT Bhimasena Power Indonesia. Kedua proyek ini juga nantinya akan menyerap batubara yang diproduksi oleh Adaro. Untuk itu di tengah pasar batubara yang masih belum stabil, Adaro masih akan wait and see, fokus pada bisnis yang sudah ada dan belum berencana untuk akuisisi.

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Hazred Umar Fathan

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !