Detail Berita


Bos MIND ID: Indonesia Harus Siap Memasuki Industri Baterai Lithium


"lithium battery fast recharge to power electric devices like cars and phones 3D render graphic"
Sumber gambar: shutterstock.com/Immersion Immagery


Tanggal terbit: 11-12-2019

duniatambang.co.id - Indonesia tengah mempersiapkan diri untuk mulai terjun pada proyek pengembangan kendaraan listrik. Sebagai bentuk upaya mendukung proyek besar tersebut, Indonesia mulai mengembangkan industri pendukung bagi kendaraan listrik yaitu baterai lithium.

Indonesia memiliki potensi besar untuk dapat mengembangkan proyek baterai lithium, mengingat pasokan nikel Indonesia cukup berlimpah, ditambah lagi ketika keran ekspor nikel ditutup, pengembangan dan pengolahan nikel domestik dapat bertumbuh.

Baca juga: Pembangunan IMIP: Selamat Datang Era Lithium!!

Direktur Utama MIND ID, Orias Petrus Moedak memastikan bahwa pasokan nikel Indonesia sangat mencukupi untuk pengembangan pabrik baterai lithium, untuk itu Indonesia harus bersiap untuk mengoptimalkan potensi yang ada. Dengan pasokan nikel yang mumpuni Indonesia sebenarnya memiliki peluang besar untuk eksis pada industri baterai. Tidak hanya mengenai pasokan, iklim investasi pabrik baterai cukup positif, sejumlah investor sedang menjajaki jalinan kerjasama pengembangan pabrik baterai di Indonesia.

Salah satu investor yang sedang menjajaki kerjasama dalam pengembangan pabrik baterai adalah investor dari China. Rencananya investor China Hejiang Huayou Cobalt Company Ltd dan satu investor China lainnya yang belum dapat diketahui akan menggandeng salah satu anggota MIND ID yaitu PT. Aneka Tambang Tbk. (ANTAM). Kerjasama ini juga rencananya akan didukung oleh Pertamina, PLN, dan MIND ID.

Baca juga: Pabrik Lithium Senilai Rp 44 T Segera Beroperasi

Sebagai informasi, Huayo rencananya siap berinvestasi sebesar US$ 1,83 miliar atau setara Rp 25,6 triliun. Selain itu, Huayo, MIND ID dan ANTAM juga berencana untuk membangun pabrik berteknologi High Pressure Acid Leaching (HPAL) dan Rotary Kiln-Electric Furnace (RKEF). Kedua pabrik tersebut dapat mendukung hilirisasi pada komoditas nikel menjadi bahan baku untuk pabrik baterai lithium.  Siapkah Indonesia menjadi raja Lithium di kemudian hari?

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Ocky PR.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !