Detail Berita


Lagi, China Sebabkan Harga Batubara Terjun Payung


"Loading of coal into truck"
Sumber gambar: shutterstock.com


Tanggal terbit: 09-12-2019

duniatambang.co.id – Komoditas batubara mengalami pelemahan harga akibat menurunnya permintaan impor dari China. Harga batubara ICE Newcastle pada Jumat (6/12/2019) ditutup melemah 1,02% ke level USD 67,6/ton.

Impor batubara China memasuki bulan November mencapai 299,3 juta ton. Sementara indeks Baltic Capesize juga mengalami penurunan. Indeks Baltic Capesize adalah kapal kargo terbesar dengan muatan rata-rata mencapai 156.000 ton. Kapal ini digunakan untuk mengangkut batubara.

Sektor batubara yang masih lesu membuat para pengusaha pontang-panting untuk memperbaiki kinerja perusahaan. Tahun 2020 diperkirakan masih menjadi tahun suram bagi batubara yang belum ditandai adanya katalis positif.

Harga batubara Newcastle sepanjang tahun 2019 terkoreksi sebesar 31,3%. Adapun rata-rata harga batubara ICE Newcastle untuk tahun 2019 hingga November adalah USD 79,4/ton. Sementara, rata-rata harga batubara ICE Newcastle tahun lalu adalah USD 105,7/ton.

Tidak hanya harga batubara global yang mengalami pelemahan harga rata-rata tahun 2019. Harga Batubara Acuan (HBA) di Indonesia pun ditandai dengan kabar yang kurang baik. Bahkan, HBA pada bulan Oktober 2019 merupakan harga batubara terendah sejak tiga tahun terakhir.

Baca juga: Tutup Tahun 2019 HBA Malas Naik, Apa Kabar 2020?

Banyak faktor yang mempengaruhi harga batubara, termasuk dari kebijakan China dan India yang mengurangi impor batubara. Dua negara tersebut adalah negara eksportir batubara terbesar dari Indonesia. Dengan kebijakan pengurangan impor yang mereka terapkan berdampak pada berkurangnya permintaan batubara Indonesia sehingga mempengaruhi harga batubara Indonesia yang semakin merosot.

 

Penulis : Mayang Sari

Editor    : Wasis

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !