Detail Berita


Wacana Hilirisasi Pindah Tangan ke Kemenperin


"Copper smelter Copper smelting industry complex in process of making copper plates out of copper ore"
Sumber gambar: shutterstock.com/Djelen


Tanggal terbit: 09-12-2019

duniatambang.co.id - Hilirisasi tambang memang sedang digalakkan pemerintah dengan tujuan untuk menambah nilai tambah produk pada komoditas tambang. Sejumlah emiten tambang pada komoditas mineral sudah mulai mengembangkan sejumlah proyek smelter untuk keperluan hilirisasi.

Begitu pula, pada komoditas batubara hilirisasi dengan cara gasifikasi batubara juga sedang dikembangkan. Meskipun demikian, proyek hilirisasi ini masih menyisakan sejumlah kendala terutama mengenai iklim investasi, selain itu untuk hilirisasi batubara sendiri dengan metode gasifikasi juga masih terkendala tingkat keekonomisan dari proyek gasifikasi tersebut.

Baca juga: Hilirisasi Masih Menjadi Soroton Pada RUU Minerba

Kewajiban hilirisasi sendiri sebelumnya tertuang pada Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009, di mana kewajiban tersebut berada dalam wewenang kementerian ESDM. Kini, pemerintah mewacanakan wewenang hilirisasi akan dialihkan di bawah kementerian perindustrian.

Wacana tersebut mencuat ketika pembahasan mengenai omnibus law atau aturan sapu jagat. Dalam aturan tersebut nantinya hilirisasi komoditas tambang akan berada di bawah wewenang Kemenperin.

Wewenang hilirisasi dialihkan ke Kemenperin dengan pertimbangan bahwa hilirisasi tambang merupakan kegiatan industrilisasi. Sehingga kegiatan hilirisasi diharapkan dapat sejalan dengan semangat industrilisasi agar ke depannya proses hilirisasi tersebut dapat berkembang lebih cepat.

Hal tersebut menimbulkan sejumlah pro dan kontra, sisi negatif yang dikhawatirkan mulai dari iklim investasi, memperpanjang rantai pertambangan, royalti, tumpang tindih dan inkonsistensi aturan,  keekonomian dll. Sebelumnya rangkaian kegiatan pertambangan mulai dari penyelidikan umum, eksplorasi, studi kelayakan, konstruksi, penambangan, pengolahan dan/atau pemurnian, pengangkutan dan penjualan serta kegiatan pascatambang berada di bawah Kementerian ESDM.

Lantas akankah pemurnian dan pengolahan atau hilirisasi akan dialihkan ke Kemenperin?

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Umar RP.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !