Detail Berita


Pasar Semen Lesu, Semen Baturaja Tekan Biaya Energi


"Pabrik Semen Baturaja"
Sumber gambar: rebuplika.co.id


Tanggal terbit: 06-12-2019

duniatambang.co.id - Harga komoditas yang belum kondusif dan lesunya pasar industri semen, PT Semen Baruraja Tbk (SMBR) terus melakukan efisiensi guna mendukung kinerja perusahaan. Sebagai informasi, hingga kuartal III 2019, Volume penjualan semen milik SMBR sebesar 1,69 juta ton, angka ini menunjukkan penurunan volume penjualan secara tahunan sebesar 3%.

Hingga kuartal III 2019 SMBR tetap membukukan laba sebesar Rp22,72 miliar, laba tersebut turun 44,42% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan SMBR sebenarnya naik 3,64% menjadi Rp1,42 triliun, namun beban pendapat juga ikut tergerek naik.

Baca juga: Wah Penjualan Semen Mulai Naik Tipis

Pendapatan SMBR disumbang oleh berbagai sektor seperti penjualan semen bungkus kepada pihak ketiga mencapai Rp 1,12 triliun, semen curah terhadap pihak ketiga yakni sebesar Rp 289,42 miliar, disusul penjualan terak sebesar Rp 14,43 miliar, jasa pengangkutan sebesar Rp 3,3 miliar, dan penjualan white clay senilai Rp 1,27 miliar.

Sejauh ini memang belum ada katalis positif yang mampu menaikkan dan membuat pasar semen stabil. Dengan kondisi pasar semen yang belum stabil, hingga tutup tahun 2019 SMBR membidik target penjualan sebesar 2,19 juta ton. SMBR berharap target tersebut dapat tercapai hingga tutup tahun 2019 ini.

Melihat kondisi ini, SMBR tengah gencar melakukan kegiatan efisiensi guna mempertahankan kinerja perusahaan. Efisiensi yang dilakukan salah satunya dengan memangkas biaya energi, kini SMBR akan menurunkan nilai kalori batubara yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi SMBR. Sebelumnya batubara yang digunakan SMBR yaitu batubara dengan kalori 5500 kkal akan dialihkan menggunakan batubara kalori 4500 kkal.

Hal ini dilakukan mengingat selisih harga kedua batubara tersebut cukup signifikan untuk efisiensi biaya energi. Selain itu, SMBR juga akan melakukan efisiensi dengan penggunaan bahan baku alternatif dan penurunan faktor klinker.  Efisiensi ini dilakukan SMBR agar tetap berdiri di tengah badai pasar komoditas yang belum stabil.

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Umar RP.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !