Detail Berita


Perang Dagang Meluas Tak Hanya AS-China, Emas Kembali Meroket


"3D illustration of gold ingots over black background with a chart. Financial concept, horizontal image."
Sumber gambar: shutterstock.com


Tanggal terbit: 05-12-2019

duniatambang.co.id - Sempat dikabarkan akan segera ditinggalkan, nampaknya emas masih akan menunjukkan kilaunya. Tarik ulur kesepakatan dagang AS-China masih berlanjut bahkan tensi dagang sempat naik kembali setelah AS kembali mengobarkan perang dagang ke beberapa Negara lainnya.

Emas pada perdagangan Selasa (3/12) di pasar berjangka untuk pengiriman Februari di New York COMEX ditutup naik 1% atau $ 15,20 ke level $ 1.484,40/troy ounce (Oz), angka ini merupakan level tertinggi dalam sebulan terakhir terhitung sejak 7 November 2019. Di pasar spot mengacu pada perdagangan bullion, harga emas naik 1,1% atau $ 15,43 ke level US$ 1,477.77/Oz. 

Baca juga: Tambang Emas Raksasa di Australia Resmi Beroperasi

Harga emas kembali meroket ketika Presiden AS mengeluarkan pernyataan bahwa tidak ada tenggat waktu pasti untuk mencapai kesepakatan dagang AS-China bahkan kesepakatan dagang dapat terjadi setelah pemilihan umum AS pada 2020 mendatang.

Bukan hanya itu, Presiden AS sempat mengeluarkan cuitan kobaran perang dagang ke beberapa Negara lain seperti Brazil dan Argentina, AS digadang-gadang akan menerapkan lagi bea masuk importasi baja dan aluminium dari kedua negara tersebut. Bahkan AS juga digadang-gadang akan menaikkan bea masuk importasi produk dari Perancis.

Tensi perang dagang kembali memanas. Kesepakatan dagang AS-China akan ditunda, bahkan kobaran perang dagang diproyeksikan akan meluas ke beberapa Negara di belahan dunia dan diproyeksikan dapat berlangsung dalam waktu yang lama membuat emas sebagai salah satu aset safe heaven kembali meroket.

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Faris Primayudha

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !