Detail Berita


Harga Batubara Lesu, TOBA Tekan Produksi


"Coal Mine, Black Color, Coal"
Sumber gambar: shutterstock.com


Tanggal terbit: 05-12-2019

duniatambang.co.id - Harga batubara memang belum bisa merangkak naik dan kembali stabil, mengingat pasar global yang masih lesu dan harga batubara sangat rentan terkoreksi kembali. Melihat kondisi ini, PT Toba Bara Sejahtra Tbk (TOBA) menekan produksi batubara miliknya. TOBA memang tercatat mengalami penurunan produksi batubara hingga kuartal III-2019 lalu yaitu sebesar 17,5% (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Penurunan produksi batubara milik TOBA sejalan dengan penurunan harga jual rata-rata atau average selling price (ASP) komoditas batubara di tahun ini. Atas dasar hal itulah TOBA menahan diri untuk tak memasang target produksi yang tinggi. Pada tahun 2019 ini, TOBA menargetkan dapat memproduksi batubara sekitar 5 juta ton, hingga kuartal III 2019 TOBA sudah berhasil memproduksi 3.3 juta ton. Pada 2020 mendatang TOBA memproyeksikan produksi batubara masih berkisar antara 4 juta ton hingga 5 juta ton.

Market batubara TOBA sebagian besar masih untuk aktivitas ekspor, hingga kuartal III 2019 tercatat Taiwan menjadi negara tujuan ekspor utama TOBA dengan porsi 26%. Kemudian diikuti oleh Malaysia (24%), India (15%), dan Thailand (14%). Selain fokus pada penjualan batubara, TOBA juga sedang mengerjakan berbagai proyek PLTU seperti proyek PLTU Sulbagut-1 dan PLTU Sulut-3 yang masing-masing berkapasitas 120 MW yang diproyeksikan akan beroperasi masing-masing pada 2020 dan 2021 mendatang.

TOBA masih akan mengepakkan sayapnya untuk kegiatan ekspor batubara ke berbagai Negara dan untuk keperluan pasar domestik. TOBA berharap dapat mempertahankan kinerja perusahaan di tengah lesunya harga komoditas batubara saat ini.

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Hazred Umar Fathan

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !