Detail Berita


HUT Kedua MIND ID, Tiga Peneliti Industri Tambang Terpilih di Ajang MMII Research Award 2019


"Penyerahan Penghargaan Kepada Pemenang MMII Research Award"
Sumber gambar: MIND ID


Tanggal terbit: 01-12-2019

Jakarta, duniatambang.co.id - Tiga grup peneliti akhirnya keluar menjadi juara diajang Research Award Competition 2019 yang diadakan oleh Mining and Minerals Industry Institute (MMII) MIND ID, dimana tujuan lomba yang diadakan adalah sebagai wadah para akademisi di Indonesia untuk bisa meningkatkan kualitas penelitian khususnya pada bidang eksplorasi, pertambangan, dan hilirisasi.

Dalam ajang tersebut, lima finalis yang tersaring melakukan presentasi secara langsung dihadapan holding BUMN Pertambangan yang dihadiri oleh Juri dan BOD dari masing-masing anggota. Agus Tjahjana yang merupakan ketua dewan juri beserta dengan delapan juri yang terdiri dari berbagai disiplin ilmu seperti Irwandy Arif (Staf Khusus ESDM), Bambang Suharmo (Guru Besar UI), Bambang Sunendar (Guru Besar ITB), Suhkyar (PERHAPI), Adi Maryono (IAGI), dan Wahyu Sunyoto (MIND ID) mencoba untuk memutuskan siapa yang bisa menjadi tiga finalis terbaik dimana akan didanai oleh MIND ID.

Ketiga grup peneliti yang terpilih diantaranya:

  1. Prof. Dr. Mohammad Zaki Mubarok S.T., M.T. dari ITB dengan judul penelitian tentang “Pengembangan Teknologi Sintesis Nikel Sulfat dan Kobalt Sulfat dari Bijih Nikel Laterit untuk Material Katoda Baterai Lithium Jenis Nickel-Manganese-Cobalt (NMC) Oxide untuk Aplikasi Kendaraan Listrik" dengan manfaat penelitian penguasaan teknologi pemrosesan nikel sebagai bahan baku baterai untuk kendaraan listrik.
  2. Dr. Eng. Januarti Jaya Eka Putri S.T., M.T dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember dengan judul penelitian "SIBELHIJAU: Inovasi Produk Beton Ramah Lingkungan Dengan Kandungan Mikroba Terkapsulasi dalam Limbah B3" yang memanfaatkan limbah hasil pembakaran batubara (fly ash bottom ash) untuk digunakan kembali sebagai bahan konstruksi pengganti semen.
  3. Dr. Ir. Sotya Astutiningsih M.Eng dari Universitas Indonesia dengan judul penelitian dengan judul penelitian "Pemanfaatan Terak Feronikel Sebagai Mortar Cetak Tiga Dimensi untuk Industri Konstruksi" yang akan meningkatkan nilai tambah produk samping pengolahan nikel untuk bahan material konstruksi dikombinasikan dengan teknologi cetak konstruksi tiga dimensi.

Ketiga peneliti tersebut keluar menjadi juara setelah melewati beberapa tahap penyaringan seperti seleksi proposal penelitian dan seleksi presentasi. Agus yang merupakan Ketua Dewan Juri menambahkan, tidak ada pembagian juara satu dua dan tiga, tetapi ketiga pemenangakan diberikan pendanaan penelitian untuk menunjang riset yang telah dilakukan.

Turut hadir Orias Petrus Moedak, CEO MIND ID serta menjelaskan dengan terpilihnya pemenang, diharapkan para peneliti bisa melanjutkan penelitian yang ada serta bisa menjadi alternatif untuk bisa dimanfaatkan dalam member MIND ID.

Baca juga: Orias PetrusMoedak Wadirut PT Freeport Indonesia Jadi Bos MIND ID

“Hari ini kita tidak hanya bangga memiliki tambang, tetapi juga dengan pemikiran dan inovasi di industri tambang melalui ajang seperti MMII Research Award. Kami mengharapkan hasil penelitian ini tidak hanya berakhir di rak perpustakaan, tetapi bisa dimanfaatkan oleh kami. Untuk menjadi pemain kelas dunia, harus ada biaya riset yang memadai dan harus kita keluarkan,” ujar Orias.

MMII Research Award 2019 berhasil menarik 153 tim dengan total peserta 564 peneliti dengan total proposal yang diterima mencapai 124 proposal yang berasal dari seluruh instansi universitas dan lembaga penelitian dan pengembangan di Indonesia.

Tentang MIND ID

Holding Industri Pertambangan resmi dibentuk pada 27 November 2017 dengan menggunakan PT Indonesia Asahan Aluminimum (Persero) sebagai induk perusahaan 4 industri tambang terbesar di Indonesia yaitu PT Aneka Tambang Tbk., PT Bukit Asam Tbk., PT Timah Tbk., dan PT Freeport Indonesia.

Pada 17 Agustus 2019, Holding Industri Pertambangan bertransformasi menjadi MIND ID (Mining Industry Indonesia) yang memiliki 65% saham PT Aneka Tambang Tbk., 65,02% saham PT Bukit Asam Tbk., 65% saham, PT Timah Tbk., dan 51,2% saham PT Freeport Indonesia.

Sampai dengan Desember 2018, Holding Industri Pertambangan membukukan Pendapatan Konsolidasi sebesar Rp65,2 triliun, tumbuh 38% dari tahun sebelumnya. EBITDA Konsolidasi mencapai Rp18,5 triliun, tumbuh 50% dari tahun sebelumnya. Laba Bersih Konsolidasi mencapai Rp10,5 triliun tumbuh 54% dari tahun 2017.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !