Detail Berita


Resmi, Uni Eropa Laporkan Indonesia Ke WTO


"WTO Building"
Sumber gambar: Theglobepost.com


Tanggal terbit: 29-11-2019

duniatambang.co.id - Keputusan pemerintah Indonesia untuk resmi menutup keran ekspor nikel per 1 Januari 2020 membuat Uni Eropa ketar-ketir. Uni Eropa khawatir terkait pasokan nikel untuk sejumlah industri baja di Eropa.

Beberapa bulan yang lalu, isu bahwa Uni Eropa akan laporkan Indonesia ke WTO mencuat. Nampaknya isu tersebut bukan gertakan semata, kini Uni Eropa resmi laporkan Indonesia ke WTO terkait kebijakan larangan ekspor nikel Indonesia yang dipercepat dua tahun lebih awal yaitu menjadi 1 Januari 2020.

Baca juga: Uni Eropa Panik Indonesia Stop Ekspor Nikel

Seperti yang diketahui bahwa Indonesia merupakan pemasok nikel raksasa dunia, ketika Indonesia menutup keran ekspornya pasokan nikel dunia akan mengalami krisis. Hal ini membuat sejumlah perusahaan yang bergerak di Industri baja Eropa akan terguncang bahkan terancam merugi.

UE menganggap bahwa kebijakan Indonesia ini tidak adil selain itu UE juga menyebutkan bahwa percepatan larangan ekspor nikel tersebut melanggar aturan WTO.

Menanggapi hal ini, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian ESDM mengatakan bahwa laporan UE tersebut merupakan hal yang wajar dalam perdagangan komoditas di dunia.

Indonesia akan menanggapi tuntutan tersebut dengan membuka jalan konsultasi dengan Uni Eropa dan WTO. Langkah ini adalah jalan awal yang bisa diambil Indonesia. Setelah Uni Eropa menyampaikan keluhannya ke WTO terdapat waktu 60 hari untuk kedua belah pihak yang dalam hal ini adalah UE dan Indonesia diberi kesempatan untuk berkonsultasi terkait perselisihan keduanya.

Dalam proses konsultasi tersebut, Indonesia dikabarkan akan menjelaskan bahwa percepatan larangan ekspor nikel tersebut sama sekali tidak melanggar aturan WTO.

Setiap Negara mempunyai hak untuk memberlakukan pembatasan ekspor. Percepatan larangan ekspor ini juga diambil Indonesia untuk mempertahankan jumlah cadangan dan keinginan untuk mengolah sendiri atau hilirisasi pada komoditas nikel. Belum dapat diketahui bagaimana akhir dari polemik larangan ekspor nikel Indonesia di WTO.

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Umar RP

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !