Detail Berita


Emiten Batubara Lesu Gara-Gara DPR Minta DMO 60 Persen


"Stockpile Batubara"
Sumber gambar: shutterstock.com


Tanggal terbit: 28-11-2019

Jakarta, duniatambang.co.id – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mendorong pemerintah untuk meningkatkan volume  kewajiban pasokan batubara dalam negeri atau Domestic Market Obligation (DMO) hingga 60 persen. Akibatnya, harga saham emiten batubara terjun bebas di Bursa Efek Indonesia pada sesi I Kamis (28/11/2019).

Melansir dari data perdagangan, tercatat harga saham PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) merosot 3,01% ke Rp258/saham, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) melemah 2,33% ke Rp2.520/saham. Sama halnya dengan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) melemah ke 1,83% menjadi Rp 10.750/saham dan PT Indika Energy Tbk (INDY) anjlok 1,62% menjadi Rp 1.215/saham.

Permintaan DPR untuk menaikkan DMO lantaran dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJM). Ratna Luwita dari Komisi VII DPR RI mengatakan bahwa DMO harus ditingkatkan hingga 60% dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara DPR dengan Kementerian ESDM.

Saat ini kebijakan DMO yang diterapkan sebesar 25% dari total produksi. Berpacuan dari data Kementerian ESDM hingga pertengahan November 2019, realisasi DMO batubara sebesar 85,47 juta ton atau 66,75% dari target keseluruhan 128,04 juta ton.

Kebijakan DMO diambil merujuk dari UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batubara, pemerintah dapat menetapkan kebijakan pengutamaan mineral dan batubara untuk kepentingan dalam negeri.

Kebijakan DMO berlaku bagi semua perusahaan tambang batubara baik perusahaan skala kecil maupun besar. Tujuan kebijakan DMO batubara untuk menjamin pasokan hasil produksi tambang batubara dalam negeri.

Rencana peningkatan kebijakan DMO hingga 60% harus menelisik juga HBA yang saat ini masih gonjang-ganjing, yaitu USD 66,27 per metrik ton. Hingga saat ini pemerintah masih mengkaji ulang kebijakan harga DMO batubara agar keputusan yang diambil adil bagi tiap pihak.

 

Penulis : Mayang Sari

Editor    : Umar RP.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !