Detail Berita


Uni Eropa Panik Indonesia Stop Ekspor Nikel


"Pabrik Pengolahan dan Pemurnian"
Sumber gambar: shutterstock.com


Tanggal terbit: 27-11-2019

duniatambang.co.id – Pelarangan ekspor nikel yang akan mulai diberlakukan per 1 Januari 2020 mendatang telah mengguncang dunia. Uni Eropa mulai panik lantaran Indonesia akan menutup keran ekspor nikel.

Uni Eropa menyampaikan keluhan ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Komisi Eropa yang mengoordinasikan kebijakan perdagangan di UE mengatakan pembatasan itu tidak adil terhadap akses produsen UE terhadap bijih nikel khususnya.

Baca juga: Gara-Gara Nikel, Uni Eropa Buka Opsi Gugat Indonesia

Opsi tersebut terbuka lebar untuk dipilih UE lantaran kekurangan pasokan nikel untuk keperluan industri baja dan stainless steel Eropa. Wajar saja, mengingat Indonesia adalah salah satu produsen nikel terbesar di dunia.

Nikel yang menunjukkan prospek positif menjadi harapan bangsa Indonesia. Kontras dengan nikel, harga batubara justru terombang-ambing. Direktur Operasional Mining Industrial Indonesia (MIND ID), Ogi Prastomiyo berencana untuk tidak meningkatkan produksi nikel. Salah satu penyebabnya adalah harga komoditas di kanca global yang masih fluktuatif.

Adanya pelarangan ekspor nikel, ANTAM akan melakukan pengurangan produksi. Smelter nikel milik Antam yang siap beroperasi adalah Smelter Pomala.

Selain meningkatkan keuntungan secara ekonomis, gencarnya pembangunan smelter pengolahan nikel di dalam negeri akan memberikan multiplier effect seperti penyerapan tenaga kerja, menambah pendapatan daerah setempat dan lain sebagainya.

MIND ID sebagai holding pertambangan memutar otak untuk menjaga kinerja rentetan perusahaan yang dinaunginya. Untuk mendongkrak penjualan, MIND ID memaksimalkan penjualan emas dari Antam.

 

Penulis : Mayang Sari

Editor   : Umar RP.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !