Detail Berita


Sehari Dilantik, Ini Tantangan Dirut Baru MIND ID


"Orias Petrus Moedak"
Sumber gambar: kupang.tribunnews.com


Tanggal terbit: 26-11-2019

duniatambang.co.id – Pasca pelantikan Direktur Utama MIND ID tak lantas hanya memberikan kekuasaan semata kepada Orias Petrus Moedak. Ada beban besar yang harus dipikul Orias, terlebih lagi industri pertambangan lagi pasang-surut.

Dirut MIND ID itu mengatakan bahwa tugas prioritas yang akan dilaksanakannya adalah penuntasan divestasi saham Vale. Direktur Operasional Mining Industrial Indonesia, Ogi Prastomiyo mengatakan valuasi nilai untuk divestasi Vale 20% bisa di bawah USD 500 juta atau senilai Rp 7 Triliun.

Baca juga: MIND ID Akan Miliki Member Baru, Siap Merogoh USD 500 jt Untuk Akuisisi 20% Saham Vale Indonesia

Tak hanya Vale, persoalan tata kelola pasca divestasi Freeport Indonesia yang juga menjadi tantangan, kini Freeport telah memasuki operasional pertambangan bawah tanah sehingga membutuhkan teknologi dan peralatan yang lebih kompleks.

Selain permasalahan internal, tantangan eksternal telah menanti mulai dari tekanan penurunan harga dari sejumlah komoditas seperti batubara dan timah. Perang dagang AS-China yang belum meredam menyebabkan perlambatan ekonomi global dan mempengaruhi harga komoditas.

China yang menuju menjadi negara maju mulai mengubah sektor ekonomi manufaktur menjadi ekonomi jasa atau services. Akibatnya, China mengurangi permintaan komoditas.

Hal ini sangat penting bagi perusahaan tambang dalam hal ini holding pertambangan atau MIND ID untuk menjaga performa perusahaan. Perusahaan dapat melakukan efisiensi dan pengembangan teknologi.

Meski beberapa komoditas mengalami penurunan harga, sektor pertambangan nikel masih menjadi prospek karena kuatnya permintaan nikel untuk kebutuhan bahan baku mobil listrik.

 

Penulis : Mayang Sari

Editor   : Umar RP.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !