Detail Berita


Sempat Terkoreksi, Begini Jadinya Saat Ekspor Nikel Ditutup


"Nikel Mining"
Sumber gambar: shutterstock.com


Tanggal terbit: 22-11-2019

duniatambang.co.id - Nikel merupakan salah satu komoditas yang santer dibicarakan terkait berbagai isu yang mencuat akhir-akhir ini. Bahkan pasar global sempat was-was terhadap pasokan nikel yang diperkirakan akan terguncang setelah Indonesia resmi menutup keran ekspor per 1 Januari 2020.

Kini harga komoditas nikel tercatat sempat merosot, Mengutip dari data Bloomberg, harga nikel untuk acuan tiga bulan di London Metal Exchange (LME) turun 2,24% ke level US$ 14.360 per ton pada perdagangan Rabu (20/11).

Sempat merosot, nikel diprediksikan dapat kembali menguat didukung dengan kebijakan pemerintah Indonesia untuk menutup keran ekspor nantinya. Bagaimana tidak Indonesia merupakan pemasok nikel kenamaan dunia. Indonesia berkontribusi 27%-28% dari pasokan bijih nikel dunia.

Sebagai informasi, pasokan nikel LME saat ini mencapai 153.000 ton, ketika pemerintah Indonesia menutup keran ekspor maka pasokan nikel dunia kemungkinan akan berkurang sebanyak 50.000 ton. Ketika permintaan (demand) tinggi namun terjadi kekurangan pasokan (supply) nikel global maka dapat berpotensi mendongkrak harga nikel.

Harga nikel jangka menengah dan jangka panjang akan menunjukan tren meningkat. Dalam jangka pendek harga nikel juga akan masih tumbuh dengan tren cenderung positif.

Sentimen yang dapat mendongkrak harga nikel antara lain pertumbuhan industri kendaraan listrik yang menyebabkan penggunaan baterai lithium meningkat. Bahkan pada 2030 nanti diprediksi permintaan nikel akan tumbuh 16 kali lipat, di mana 50% dari permintaan diperuntukkan bagi bahan baku baterai.

Selain itu, harga nikel juga dapat terdongkrak karena krisis pasokan ketika keran ekspor nikel Indonesia resmi ditutup.

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Ocky PR.

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !