Detail Berita


7 Staf Khusus Presiden Jokowi, Yang Satu Ini Lulusan Pertambangan



Tanggal terbit: 22-11-2019

Jakarta, duniatambang.co.id – Presiden Jokowi telah mengumumkan tujuh staf khusus baru di Istana Merdeka, Kamis (21/11/2019). Staf khusus itu berasal dari kalangan milenial.

Mereka berasal dari berbagai latar belakang, terdiri dari profesional, entrepreneur, sociopreneur, hingga politisi.

Gracia Billy Mambrasar, salah satu staf khusus milenial Presiden Jokowi yang menyita perhatian publik.

Lantas, siapakah sebenarnya Gracia Billy Mambrasar?

Billy merupakan lulusan Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan Institut Teknologi Bandung. Putra asli Papua itu merupakan anak penjual kue yang mempunyai jiwa tekun sedari kecil. Ia juga mandiri di tengah keterbatasan yang ada hingga menghantarkan ia mendapatkan beasiswa di SMA hingga ke perguruan tinggi.

Saat kuliah Billy kembali berjualan kue untuk mendapatkan tambahan penghasilan guna bertahan hidup. Tidak hanya itu, ia juga mengamen, menyanyi di kafe dan acara pernikahan.

Setelah lulus kuliah di ITB, Billy mendapatkan tawaran kerja di perusahaan bergengsi minyak dan gas asal Inggris. Tetapi, ia tidak menerimanya. Billy lebih memilih mengembangkan yayasan sosial.

Billy mendirikan Kitong Bisa yang berfokus pada persoalan Pendidikan anak-anak Papua. Saat ini juga Billy juga tengah bersama-sama mendirikan sebuah organisasi nirlaba yang berevolusi menjadi perusahaan sosial yang memberikan konsultasi bagi kaum muda di Papua untuk memulai usaha mereka sendiri.

Pria berumur 31 tahun itu kini masih menempuh Pendidikan di S2 Oxford University. Billy pun aktif memberikan saran kepada (British Petroleum) BP sebuah perusahaan minyak bumi yang bermarkas di London mengenai rencana keberlanjutan sosial dan perlindungan sehubungan dengan proyek 8 miliar USD di Provinsi Papua Barat.

Selain Billy, 6 staf khusus presiden lainnya adalah Adamas Belva Syah Devara merupakan lulusan S2 Double Degree Harvard University dan Stanford University, Putri Indahsari Tanjung yang merupakan anak pengusaha terkenal di Indonesia, Andi Taufan Garuda Putra yang merupakan lulusan Harvard Tandy School.

Kemudian ada Ayu Kartika Dewi seorang aktivis sosial pendiri dan mentor Lembaga Sabang Merauke 1000 anak Bangsa untuk kembali. Angkie Yudistia, yang merupakan penyandang disabilitas yang aktif di dunia sociopreneur melalui disable enterprise yang ia dirikan. Dan Aminuddin Maruf, mantan Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia.

Presiden Jokowi berharap kehadiran kaum milenial mampu memberikan gagasan inovatif untuk meningkatkan daya saing Indonesia dengan negara lain.

Selain itu, Presiden Jokowi meminta 7 staf khusus presiden ini sebagai jembatan penghubung generasi muda untuk memberikan kontribusi nyata bagi bangsa Indonesia.

 

Penulis : Mayang Sari

Editor   : Hazred Umar Fathan

Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !