Detail Berita


Luar Biasa, KPC Borong Delapan Medali Indonesia Mining Award 2019


"KPC Raih Penghargaan pada Indonesia Mining Award 2019"
Sumber gambar: Dokumen viva.co.id/Solihun


Tanggal terbit: 21-11-2019

Jakarta, duniatambang.co.id - Indonesian Mining Award 2019 yang diselenggarakan oleh Indonesian Mining Association menjadi ajang pembuktian bagi para pengusaha tambang. Kaltim Prima Coal (KPC) menyabet prestasi terbaik dan memborong delapan penghargaan sekaligus pada ajang tersebut.

Baca juga: Perusahaan-Perusahaan Tambang yang Berhasil Membuktikan Capaiannya pada Indonesian Mining Award 2019

Kaltim Prima Coal (KPC) merupakan perusahaan PKP2B yang memiliki izin konsesi di Kab. Kutai, Kutai Timur yang memiliki luasan 84,938 ha. Tercatat KPC merupakan tambang dengan produksi batubara terbesar di Indonesia yang produksinya mencapai 62 jt ton per tahun.

Pemilik saham KPC hingga saat ini merupakan gabungan dari perusahaan nasional dan internasional, meliputi PT Bumi Resources, TBK (25,004%), PT Sitrade Coal (26%), Bhira Invesment LTD (30,046%), dan Mountain Netherlands Investments (19%).

KPC bekerja sama dengan 164 kontraktor terdiri dari 39 perusahaan jasa inti dengan pemegang IUJP dan 125 perusahaan jasa non inti. Tercatat, pekerja yang bergabung ke dalam KPC mencapai 4.513 tenaga kerja lokal dan 17 tenaga kerja asing. Dimana tenaga kerja subkontraktor mencapai 21.069 tenaga kerja lokal, dan 21 tenaga kerja asing.

Laba bersih KPC mencapai USD 201,884,802 pada tahun 2018. KPC dikategorikan sebagai pembayar PNBP terbaik pada komoditi batubara. Pada tahun 2018 KPC juga dinobatkan menjadi pembayar PNBP terbesar pertambangan. Angka fantastis tersebut menjadi bukti tata kelola manajemen yang baik didalam perusahaan yang dapat memaksimalkan potensi dan memberikan sumbangsih terbaik bagi negara.

Berdasarkan laporan sumberdaya dan cadangan per Desember 2018, KPC memiliki 7 milyar ton sumber daya dan 1,1 milyar ton cadangan, dimana 2,5% cadangan batubara nasional berada di dalam konsesi KPC. Rata-rata stripping ratio yaitu 1 : 8,94.  Dengan kondisi tersebut, bila rata-rata produksi 60 jt ton per tahun, cadangan KPC akan habis 18 tahun yang akan datang yaitu pada 2037.

KPC menargetkan penjualan batubara sebesar 61,8 juta ton, dimana komposisi tersebut dibagi menjadi 19,3 juta ton untuk kebutuhan domestik dan 42,5 juta ton untuk ke pasar luar negeri, dengan asumsi harga (FOB) rata-rata USD 61.57 per ton.

 

Penulis : Hazred Umar Fathan

Editor   : Wasis Sriyadi

Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !