Detail Berita


Rencana Produksi Batubara Meningkat Tiap Tahun, Pengusaha Batubara Bernapas Lega


"Penyampaian Materi dari Bambang Gatot Ariyono"
Sumber gambar: Dokumen Dunia Tambang


Tanggal terbit: 20-11-2019

Jakarta, duniatambang.co.id - Kondisi batubara yang cenderung lesu dalam satu tahun terakhir tidak menyebabkan turunnya rencana produksi yang dilakukan para pengusaha tambang batubara di Indonesia. Pada awal tahun 2019, HBA sempat menyentuh di US $ 92.41, tetapi hingga November 2019, harga batubara merosok hingga US $  66.27, yang mengalami penurunan hingga US$ 26.

Bambang Gatot Ariyono Ditjen Minerba memaparkan pada acara Iklim Investasi & Daya Saing Industri Batubara Indonesia yang diselenggarakan oleh Forum katadata.co.id di Grha Darmawangsa (20/11/2019), mengatakan produksi batubara pada tahun 2020 akan ditingkatkan menjadi 595,5 juta ton. Hal tersebut merujuk dari analisis pasar ekspor berdasarkan asumsi yang dibuat oleh wood mackenzie tahun 2020-2024 serta analisis pasar kebutuhan  batubara dalam negeri berdasarkan data hasil rekonsiliasi Ditjen Minerba (RUPTL PLN 2019-2028, dan Data End user lainnya).

Data Produksi Batubara

                                                           Data Rencana Produksi Batubara

Peningkatan produksi batubara akan terjadi setiap tahunnya. Tetapi, hal yang mengejutkan terjadi pada tahun 2020 terjadi lompatan peningkatan produksi sebesar 17,7% sebesar 595,5 juta ton dari sebelumnya pada tahun 2018 pada angka 489,73 ton. Kemudian pada tahun-tahun berikutnya, produksi hanya ditargetkan meningkat berkisar 1 – 2%. Estimasi produksi pada tahun 2020 – 2024 berkisar 595 – 628 juta ton. Peningkatan produksi senada dengan kebutuhan DMO yang terus meningkat di tanah air, sehingga hal tersebut bisa menjadi itikad baik bagi para pemegang kepentingan untuk bisa memaksimalkan hilirisasi batubara di Indonesia.

“Dalam mendukung pengembangan nilai tambah, perlu adanya pertimbangan pemberian insentif kepada investor” tutur Bambang dalam sela-sela kesimpulan presentasinya.

Bambang juga menyampaikan dalam laporannya, dalam hal investasi batubara memberikan kontribusi sebesar 63% pada tahun 2018. Para investor tertarik dalam pemanfaatan batubara pada level peringkat rendah hingga ke peringkat menengah.

Hingga saat ini, produksi batubara masih didominasi oleh beberapa pemegang PKP2B dan IUPK yang memiliki angka produksi yang fantastis setiap tahunnya. Kendati demikian, perusahaan-perusahaan pemegang IUP batubara lainnya masih bisa optimis untuk meningkatkan produksi.

 

Penulis : Hazred Umar Fathan

Editor   : Wasis Sriyadi

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !