Detail Berita


EBT Berkembang, Batubara Mengerut?



Tanggal terbit: 20-11-2019

Jakarta, duniatambang.co.id – Perkembangan EBT (Energi Baru Terarukan) membuat pertanyaan besar untuk masa depan energi batubara. Dengan adanya perubahan-perubahan regulasi mengenai penggunaan energi di Indonesia, membuat para pengusaha “resah” terhadap masa depan batubara.

Hal ini dikemukakan oleh Sammi Hamzah selaku Ketua ESDM Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia) bahwa diperlukan suatu road map energi Indonesia untuk meredakan keresahan para pengusaha batubara. Selain itu, hal ini perlu dilakukan guna mengatasi masa transisi generating power. Masa transisi energi menekan posisi batubara sebagai sumber energi termurah di dunia, sehingga masa depannya dipertanyakan terutama di Indonesia.

Ditemui di acara forum Iklim Investasi dan Daya Saing Industri Batubara Indonesia yang diadakan oleh katadata, Bambang Gatot Ariyono, Direktur Jendral Mineral dan Batubara menyatakan bahwa batubara masih mempunyai peran di bidang energi hingga tahun 2050. Tetapi jika perkembangan EBT lebih pesat dan melebihi ekspektasi pemerintah, sektor batubara perlu melakukan penyesuaian agar tetap dapat eksis di Indonesia.

Bambang juga memaparkan beberapa masalah yang membuat sektor batubara tersendat. Salah satunya adalah kebijakan DMO di Indonesia. Pemerintah sedang gencar membuat regulasi DMO yang adil bagi pengusaha batubara. Walaupun begitu, pembuatan regulasi ini agak terhambat oleh faktor lokasi dan spesifikasi batubara pada setiap perusahaan. Hal ini tentu menjadi tantangan pemerintah dalam merealisasikan regulasi DMO yang adil.

Kurangnya eksplorasi batubara di Indonesia juga mempengaruhi neraca perkembangan batubara. Discovery perlu dilakukan untuk memperbesar angka cadangan batubara di Indonesia yang juga akan mempengaruhi data – data perkembangan energi di Indonesia.

Selain eksplorasi, pengembangan teknologi batubara perlu dilakukan untuk mengimbangi pengembangan EBT. Negara seperti India telah mencanangkan pembuatan pembangkit listrik bertenaga EBT sebesar 175 gigawatt. Pasalnya India juga merupakan salah satu negara dengan produksi batubara terbesar di dunia. Hal ini dapat mempengaruhi harga batubara yang juga akan mempengaruhi ketersediaan lowongan kerja di dunia, khususnya di bidang pertambangan.

Perkembangan teknologi batubara perlu ditindaklanjuti agar dapat mengimbangi perkembangan EBT sebagai penghasil energi yang diprediksikan akan masif. Dengan pengembangan teknologi khususnya pada bagian proses pembakaran batubara, tentu akan memperpanjang denyut nadi dari sektor batubara.

 

Penulis : Faris Primayudha

Editor   : Umar RP.

Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !