Detail Berita


Indonesia Stop Ekspor 2020, Pasokan Nikel Dunia Krisis


"Tambang Nikel"
Sumber gambar: Dokumen Dunia Tambang


Tanggal terbit: 13-11-2019

duniatambang.co.id – Pembahasan pelarangan ekspor nikel akhirnya menemui titik kesepakatan antara perusahaan penambang nikel dan pengusaha smelter. Kesepakatan tersebut dicapai dalam rapat tertutup di kantor Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Selasa malam (12/11/2019).

Pelarangan ekspor nikel akan mulai diberlakukan mulai 1 Januari 2020. Tidak lebih dari dua bulan lagi menuju penutupan ekspor nikel, harga saham emiten nikel langsung melambung tinggi pada Rabu (13/11/2019).

Penguatan harga saham emiten tambang mineral diperkirakan seiring dengan meningkatnya harga kontrak nikel berjangka di bursa London Metal Exchange (LME) ke depannya yang diprediksikan akan terus di atas USD 14.000/metrik ton.

Indonesia yang merupakan salah satu negara pengekspor nikel terbesar di dunia membuat negara importir nikel ketar-ketir. Sebelumnya, Uni Eropa sempat menggugat Indonesia lantaran pelarangan ekspor nikel ini. Opsi tersebut dipilih UE karena kekurangan pasokan nikel untuk keperluan industri baja dan stainless steel Eropa. Hal ini semakin menekan industri baja dan stainless steel Eropa yang sebelumnya memang sedang terguncang lantaran lemahnya permintaan akibat terkontraksinya industri produsen mobil Eropa, perang dagang AS-China serta rencana penarikan tarif impor antidumping oleh AS.

Sementara itu, Indonesia yang akan memberlakukan pelarangan ekspor nikel akan menghapus sekitar 10% pasokan nikel dunia dan menciptakan ketidakpastian pasokan yang subtansial.

Data dari KESDM pada tahun 2017, 4 produsen nikel terbesar di Indonesia yaitu PT Sulawesi Mining Investment memproduksi 194.570 ton feronikel, PT Aneka Tambang 85.539 ton feronikel, PT Megah Surya Pertiwi 84.537 ton feronikel dan PT Vale Indonesia 64.244 Nikel Matte. Sementara, produksi nickel ore sebesar 3.044.382 ton.

Data dari USGS pada tahun 2017, bahwa total produksi nikel dunia pada tahun 2017 adalah 1.943.000 ton. Indonesia menjadi produsen terbesar di dunia dengan kapasitas produksi sebesar 400.000 ton.

 

Penulis : Mayang Sari

Editor    : Wasis

Berita serupa
Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !