Detail Berita


Nasib Perpanjangan PKP2B Emiten Batubara


"Nasib Perpanjangan PKP2B Sejumlah Emiten Batubara"
Sumber gambar: katadata.co.id


Tanggal terbit: 05-11-2019

duniatambang.co.id – Revisi UU Minerba dan revisi ke-6 PP Nomor 23 Tahun 2010 yang belum ada kejelasan membuat sejumlah emiten batubara was-was menunggu nasib perpanjangan PKP2B menjadi IUPK.

Sejumlah emiten tersebut yaitu PT Arutmin Indonesia, PT Kaltim Prima Coal, PT Multi Harapan Utama,  PT Adaro Indonesia, PT Kideco Jaya Agung, dan PT Berau Coal. Ke-6 emiten tersebut tak mau bernasib buruk seperti PT Tanito Harum yang harus menelan pil pahit tak dapat beroperasi. Sebagai informasi, salah satu persyaratan pengajuan IUP adalah melampirkan rencana pertambangan, alokasi anggaran diikuti dengan peta lahan, serta rekam jejak pembayaran, termasuk royalti.

Melihat hal tersebut, Lembaga pemeringkat internasional, Fitch Ratings (Fitch) juga ikut menyoroti. Menurut Fitch emiten tambang domestik tak perlu khawatir. Pertambangan terutama tambang batubara merupakan salah satu industri yang menopang perekonomian bangsa Indonesia. Oleh sebab itu pemerintah dinilai akan melihat sisi positif dari adanya tambang batubara sehingga proses perpanjangan atau peralihan dari PKP2B ke IUP akan berjalan lancar dan sesuai rencana. Fitch juga meramalkan bahwa transformasi lisensi tidak akan berdampak pada royalti, tarif pajak, dan pembatasan area konsesi.

Fitch juga melihat bahwa keberadaan 6 emiten yang kontraknya akan segera habis pada 5 tahun kedepan memiliki peranan penting bagi industri batubara Indonesia. Bagaimana tidak 6 perusahaan tambang tersebut memiliki total produksi tahunan mencapai 175 juta ton atau setara dengan 30% produksi batubara Indonesia. Sehingga jika keenam emiten tersebut berhenti beroperasi maka pendapatan Indonesia dari sektor batubara akan terguncang.

Dari catatan CNBC Indonesia, nilai ekspor batubara produksi Indonesia meningkat tiap tahun seiring dengan kenaikan harga, dimana pada tahun lalu mencapai US$ 24 miliar. Nilai tersebut naik dari capaian tahun 2017 yang sebesar US$ 21 miliar dan tahun 2016 yang senilai US$ 15 miliar. Melihat pentingnya peranan sejumlah emiten batubara tersebut terhadap Negara Indonesia, Fitch meyakini bahwa proses peralihan PKP2B sejumlah emiten tidak akan mendapat hambatan yang signifikan.

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Umar RP.

Berita serupa
Berikan Komentar

Kunjungi web Advertising kami !