Detail Berita


Siapkah Industri Hilir Tampung Proyek Smelter yang Menjamur?


"Kesiapan Industri Hilir Menampung Proyek Smelter"
Sumber gambar: koran-jakarta.com


Tanggal terbit: 05-11-2019

duniatambang.co.id - Pemerintah Indonesia sedang menggenjot pembangunan smelter. Pembangunan smelter tersebut bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah produk sehingga nilai jual menjadi lebih tinggi. Program hilirisasi untuk komoditas tambang terutama mineral memang menunjukkan perkembangan yang positif terbukti dengan banyaknya proyek pembangunan smelter. Namun, proyek pembangunan smelter tersebut menyisakan pertanyaan besar terkait kesiapan industri hilir dalam negeri untuk menyerap produk hasil smelter.

Kesiapan industri hilir dalam negeri untuk menampung produk smelter dinilai juga harus mendapat perhatian dari pemerintah. PT Freeport Indonesia misalnya memberi gambaran pada pabrik smelter pertama milik mereka yang telah beroperasi sejak 1997 setiap tahunnya memproduksi katoda tembaga sebanyak 300.000 ton. Namun, Freeport menyoroti bahwa industri hilir dalam negeri hanya menyerap kurang dari 50% produk hasil smelter dan sisanya mesti diekspor untuk mendapatkan keuntungan, lalu produk setengah jadi dari smelter yang diekspor diolah oleh industri hilir luar negeri dan masuk lagi ke indonesia menjadi produk jadi atau siap pakai dengan harga yang sangat tinggi.

Selain tembaga, komoditas seperti feronikel pun masih dominan diekspor. Hal ini sangat disayangkan mengingat industri hilir untuk memproduksi produk hasil smelter menjadi logam siap pakai masih minim.

Melihat kenyataan tersebut, proyek pembangunan smelter hendaknya dibarengi dengan pertumbuhan industri hilir agar Indonesia memiliki kesiapan untuk memproduksi logam siap pakai sendiri. Selain itu, pemerintah juga harus terus melakukan sinkronisasi regulasi, misalnya tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang dikeluarkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) terkait limbah dari smelter nantinya. Menjamurnya smelter masih menyisahkan pekerjaan rumah lainnya bagi pemerintah agar ketika proyek smelter rampung, hal-hal terkait limbah smelter, regulasi dan kesiapan industri hilir dalam negeri untuk menampung produk smelter juga harus mendapat perhatian agar tidak ada kekosongan industri di tengah mata rantai penghiliran.

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Ocky PR.

Berita serupa
Berikan Komentar

Kunjungi web Advertising kami !