Detail Berita


Balitbang ESDM Uji Penggunaan B30, Januari 2020 Siap Diterapkan


"Uji Coba Bahan Bakar B30"
Sumber gambar: liputan6.com


Tanggal terbit: 04-11-2019

duniatambang.co.id - Indonesia mempunyai mimpi besar untuk mencapai bauran energi pada 2025. Namun, pengembangan energi baru terbarukan masih jauh dari target yang ditetapkan sehingga Indonesia masih dominan menggunakan energi fosil. Ketika menteri ESDM periode baru dilantik penggiat EBT berharap banyak bahwa ke depannya pengembangan EBT mendapat perhatian khusus.

Kini, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif akan mengoptimalkan potensi energi baru terbarukan (EBT) dengan memprioritaskan penggunaan biodiesel melalui mandatori B30 (campuran 30% biodiesel pada minyak solar), yang rencananya akan mulai diterapkan pada Januari 2020.

Baca juga: Bahan Bakar B30 “Selamat”di Dieng

Saat ini bahan bakar campuran biodiesel 30% atau B30 sedang memasuki tahap uji coba melalui kementerian ESDM yang dalam hal ini Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang). Jika tidak ada halangan yang berarti maka penerapannya akan sesuai jadwal per 1 Januari 2020.

Penerapan B30 ini bukan hanya untuk menggiatkan penggunaan EBT melalui pemanfaatan biodiesel melainkan juga bertujuan untuk menekan impor minyak demi memperbaiki defisit neraca perdagangan. Pemerintah yang dalam hal ini ESDM akan terus melakukan pengembangan-pengembangan secara bertahap mulai dari B20, B30, B40, hingga B50 nantinya.

Tahap pengujian ini pertama kali dilakukan pada kendaraan dengan muatan kurang dari 3,5 ton. Sejauh ini belum menunjukkan kendala yang signifikan. B30 ini juga diklaim lebih irit dibandingkan dengan B20. Road test B30 ini dilaksanakan Badan Litbang ESDM dengan melibatkan berbagai Lembaga dan stakeholder terkait antara lain, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (APROBI), PT Pertamina (Persero) dan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).

Namun, penerapan B30 ini masih menyisakan pekerjaan rumah yang harus diatasi seperti pendistribusian yang dalam hal ini moda transportasi produk B30 ke seluruh tanah air, selain itu, sebaran Badan Usaha BBN Biodiesel tidak merata (saat ini pabrik biodiesel lebih banyak berada di Indonesia bagian barat) dan keterbatasan sarana dan fasilitas di TBBM (Terminal Bahan Bakar Minyak). Untuk itu, sebelum B30 diterapkan pemerintah masih harus menyelesaikan berbagai pekerjaan rumah ini agar tak ada kendala lagi ketika kebijakan tersebut resmi diterapkan.

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Ocky PR.

Berita serupa
Berikan Komentar

Kunjungi web Advertising kami !