Detail Berita


Eksploitasi Berlebihan, Pemerintah Stop Sementara Ekspor Nikel


"Nikel"
Sumber gambar: shutterstock.com


Tanggal terbit: 31-10-2019

duniatambang.co.id - Polemik komoditas nikel kini mencuat kembali, sejak pemerintah ketuk palu terkait Peraturan Menteri ESDM Nomor 11 Tahun 2019 tentang larangan ekspor nikel yang akan dipercepat per 1 Januari 2020.

Kini menjelang tenggat waktu pelarangan ekspor nikel tersebut, para pengusaha nikel menggenjot produksi dan ekspor gila-gilaan. Hal ini dinilai ada indikasi pelanggaran yang dilakukan oleh para pengusaha nikel.

Sejak larangan ekspor nikel diumumkan untuk berlaku per 1 Januari 2020 di September lalu, Ekspor nikel RI naik hingga 3 kali lipat. Bahkan awalnya ekspor nikel mentah per bulan hanya 30 kapal, kini per bulan ekspor nikel mentah bisa mencapai 100-130 kapal. Kini pemerintah akan melakukan kroscek di lapangan apakah ada emiten yang belum memiliki smelter dan memiliki kadar nikel di bawah 1,7% tetapi melakukan kegiatan ekspor.

Pihak ESDM sedang melakukan evaluasi di lapangan untuk pemeriksaan kadar, volume, dan progress proyek smelternya serta menentukan apakah ada indikasi pelanggaran atau tidak. Proses ini akan berlangsung selama 1-2 minggu. Selama proses evaluasi berlangsung ESDM tidak mengeluarkan rekomendasi ekspor dengan kata lain kegiatan ekspor nikel akan diliburkan sementara.

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Ocky PR.

Berita serupa
Berikan Komentar

Kunjungi web Advertising kami !