Detail Berita


Emiten Batubara Raksasa AS Bangkrut


"Tambang Batubara Raksasa di Amerika Bangkrut"
Sumber gambar: m.industry.co.id


Tanggal terbit: 31-10-2019

duniatambang.co.id - Industri batubara memang sedang dilanda badai harga komoditas yang fluktuatif bahkan pasar yang cenderung lesuh. Sejumlah emiten bahkan harus melakukan efisiensi demi menyelamatkan keuangan perusahaan. Namun, nasib buruk menimpa salah satu emiten tambang barubara raksasa di Amerika serikat, Tambang batubara Murray Energy yang sudah mengumumkan kebangkrutannya sejak Selasa (29/10).

Kabar kebangkrutan Murray ini sangat mengejutkan, dikarenakan Murray merupakan salah satu emiten tambang batubara raksasa di Amerika Serikat. Murray Energy dan anak perusahaannya memiliki sekitar 7.000 karyawan dan mengoperasikan 17 tambang aktif di Alabama, Illinois, Kentucky, Ohio, Utah, dan Virginia Barat.

Murray beserta beberapa anak perusahaannya menandatangani Perjanjian Dukungan Restrukturisasi (RSA) dengan krediturnya. Dari catatan CNN, Rabu (30/10/2019), perjanjian restrukturisasi ini mewakili sekitar 60% dari kewajiban pembayaran utang Murray sebesar US$ 1,7 miliar (sekitar Rp 23,8 triliun). Selain itu untuk menjaga bisnisnya tetap berjalan meskipun telah mengalami kebangkrutan, Murray juga telah menerima kredit sebesar US$ 350 juta (sekitar Rp 4,9 triliun).

Setelah Murray menandatangani Perjanjian Dukungan Restrukturisasi (RSA), kini Murray akan direstrukturisasi menjadi entitas baru yaitu Murray NewCo. Saat Murray harus bermetamorfosa menjadi Murray NewCo, posisi CEO pun akan diganti yang sebelumnya dipegang oleh Robert E. Murray akan digantikan oleh Robert D. Moore.

Kebangkrutan Murray ini menjadi salah satu bukti bahwa industri batubara sedang sangat tertekan. Bahkan sejumlah emiten batubara lainnya di Amerika serikat dikabarkan was-was. Perusahaan listrik di AS mengurangi penggunaan batubara sebagai sumber energi mereka untuk menyelamatkan bumi. Hal ini menjadi salah satu tekanan bagi industri batubara. Lantas bagaimana dengan Indonesia sendiri? Apakah emiten batubara dalam negeri dapat survive menghadapi berbagai tekanan?

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Mayang Sari

Berita Populer
Berikan Komentar

Kontak Informasi Dunia Tambang:

Kunjungi web Advertising kami !