Detail Berita


Menanti Gebrakan Menteri ESDM Baru


"Menteri ESDM Arifin Tasrif Siap Membuat Gebrakan Baru"
Sumber gambar: ekonomi.bisnis.com


Tanggal terbit: 30-10-2019

duniatambang.co.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral. Di tangan Arifin Tasrif, ESDM membuat gebrakan secara struktural dengan tidak adanya wakil menteri ESDM.

Kementerian ESDM masuk dalam jajaran 15 kementerian dengan anggaran terbesar. ESDM mendapatkan dana sebesar 9,7 T.  Dari catatan CNBC Indonesia, anggaran Kementerian ESDM 2020 yang sebesar Rp 9,7 triliun bersumber dari rupiah murni (91,7%), PNBP (3,4%), dan Badan Layanan Umum (4,9%). Dari total anggaran tersebut sebanyak 62,9% untuk belanja publik fisik.

Baca juga: PR Besar Menanti Menteri ESDM Arifin Tasrif, dari Penyelesaian 4 RUU Sampai Keberlanjutan Nasib KK

Meningkatnya anggaran Kementerian ESDM antara lain untuk memenuhi pembangunan fisik yang mencapai 62,87% atau Rp 6,08 triliun, belanja aparatur dengan porsi 20,47% atau sebesar Rp 1,98 triliun, belanja non fisik dengan porsi 16,66% atau Rp 1,61 triliun.

Untuk periode 2019-2024 rencana kerja kementerian ESDM tertuang dalam Buku III UU APBN 2020, tentang Rencana Kerja Anggaran Kementerian (BA 012). Sebagai informasi, Kementerian ESDM memiliki tugas pokok dalam perumusan, penetapan, dan pelaksanaan kebijakan di bidang pembinaan, pengendalian, dan pengawasan minyak, dan gas bumi, ketenagalistrikan, mineral, dan batubara, energi baru, energi terbarukan, konservasi energi, dan geologi.
Rencana awal ESDM pada 2020 adalah membangun Politeknik Energi dan Pertambangan di Bali dan Prabumulih. Beberapa hal lainnya yang dulunya menjadi rencana prioritas ESDM periode Jonan akan tetap dijalankan pada periode Arifin. Pertama, pembangunan sambungan jaringan gas (jargas) rumah tangga sebanyak 293.000 sambungan, yang meningkat hingga 3 kali lipat dibandingkan pada tahun 2019 ke belakang.

Kedua, penyediaan bor air tanah dangkal untuk tanggap darurat sebanyak 50 titik, Serta pengeboran sumur air bersih untuk di daerah sulit air sebanyak 750 titik. Kemduian ketiga, Sistem Mitigasi Bencana Geologi yang dikembangkan sebanyak 3 sistem.

Prioritas selanjutnya adalah konversi BBM dan BBG untuk Nelayan dan Petani sebanyak 50.000 unit.   Terakhir, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) rooftop sebanyak 800 unit yang akan digunakan untuk rumah sosial seperti panti asuhan, sekolah-sekolah, dan pondok pesantren. Serta pembangunan 50 unit PLTS untuk pos-pos di daerah terluar milik TNI. Selain itu, masih banyak pekerjaan lainnya yang akan dilakukan ESDM periode 2019-2024.

 

Penulis : Lia Ade Putri

Editor   : Umar RP.

Berita serupa
Berikan Komentar

Kunjungi web Advertising kami !